Harga Daging Ayam di Pasar Kosambi Naik

KARAWANG, KarawangNews.com - Kamis (2/6/2016), jelang memasuki bulan suci Ramdhan, harga daging ayam naik cukup tinggi, dari kisaran harga normal Rp 27 ribu hingga Rp 30 ribu, saat ini mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 43 ribu per kilogramnya, ini dikeluhkan oleh para pembeli, khususnya pemilik rumah makan serta pedagang daging ayam.

Seperti dikeluhkan para pedagang  daging ayam di pasar tradisonal Kosambi, Kecamatan Klari, harga daging ayam yang saat ini mencapai Rp 40 ribu/kg, ini memicu berkurangnya omzet penjualan daging ayam.

Menurut sejumlah pedagang daging ayam, kenaikan harga biasa terjadi saat jelang bulan Ramadhan, karena pemilik DO atau pabrik-pabrik penyedia ayam potong sengaja menaikan harga daging ayam yang cukup tinggi.

"Ini adalah permainan bandar dan pemilik rumah potong ayam dengan menaikan harga daging ayam, sementara pedagang daging ayam dipasar hanya mengikuti perkembangan harga dari DO penyedia daging ayam," kata pedagang daging ayam, Mashudin (54).

Kenaikan harga daging ayam di pasar tradisional ini memicu keluhan sejumlah pembeli dagaing ayam, terutama pemilk rumah makan dan pedagang mie ayam, mereka tidak bisa mengikuti menaikan harga jual ke pembeli. Sebab, jika menaikan harga jual ke para pelanggan rumah makan, dipastikan pelanggan akan kabur.

"Resiko yang ditanggung oleh para pemilik rumah makan adalah berkurangnya pendapatan mereka, karena mahalnya belanja daging ayam, sehingga memicu kerugian," ungkap seorang pembeli, Tarjo (40). (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -