Aktivis Lingkungan Tuding Pindo Deli 3 Cemari Cibeet

KARAWANG, KarawangNews.com - PT. Pindo Deli 3 dilaporkan aktivis lingkungan telah membuang limbah B3 di sungai Cibeet dalam beberapa minggu ke belakang ini. Laporan ini disampaikan LSM Lodaya dengan memberikan sampel air sungai yang sudah dicemari oleh anak perusahaan grup Sinar Mas ini ke kantor Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH), Selasa (14/6/2016) siang.

Air sungai yang tercemar itu disimpan dalam galon, air itu diserahkan para aktivis lingkungan dan  diterima Kabid Pengawasan BPLH, Mahfudin untuk dilakukan uji lab. Diketahui  PT Pindo Deli 3 sempat meresahkan warga Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, karena warga sekitar terjangkit penyakit gatal-gatal. Warga sempat melakukan aksi demo ke kantor Pemkab Karawang menuntut agar PT Pindo Deli 3 ditutup.

"Saya minta agar BPLH segera melihat langsung lokasi sungai yang sudah tercemar dan juga memeriksa sistem pengelolaan limbah PT. Pindo Deli 3 yang tidak sesuai dengan prosedur," kata Ketua LSM Lodaya Nace Permana, kepada wartawan.

Menurut Nace, pihaknya sudah melakukan investigasi terkait pencemaran sungai Cibeet dan sudah bisa membuktikan sumber pencemaran tersebut berasal dari PT Pindo Deli 3. Bahkan dia sudah melihat langsung pembuangan limbah milik PT Pindo Deli 3 yang ternyata limbah tersebut tidak diolah kembali sebelum dibuang ke sungai Cibeet. Harusnya perusahaan mengolah terlebih dahulu limbah melalui instalasi pengelolaan air limah (IPAL).

Kata Nace, ini modus baru, karena saluran pembuangan limbah yang lama tidak digunakan, tapi menggunakan saluran lain yang tersembunyi. Saluran pembuangan limbah yang tersembunyi ini secara diam-diam ternyata langsung membuang limbah ke sungai tanpa di olah terlebih dahulu.

"Ini berbahaya bagi masyarakat, karena sungai tersebut digunakan masyarakat sekitar sungai untuk mencuci dan juga untuk air minum," katanya.

Dengan begitu, Nace mendesak BPLH mengambil tindakan tegas terhadap PT Pindo Deli, karena sudah berulang kali  sengaja membuang limbah B3 ke Sungai Cibeet. Apalagi sebelumnya pihak BPLH pernah melakukan penyegelan terhadap perusahaan tersebut. Jika dibiarkan, kata Nace, masyarakat sekitar sungai akan menjadi korban kembali akibat limbah beracun.

"Sebelumnya kan sudah dikeluhkan masyarakat terkena penyakit gatal-gatal hingga akhirnya disegel. Sekarang sanksinya harus lebih tegas, kalau perlu ditutup saja, karena masih saja membandel. Jika BPLH tidak memberikan sanksi tegas terpaksa kita yang akan bertindak dengan mengerahkan warga setempat," katanya.

Sementara itu Kabid Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal), Mahfudin mengatakan, sampel air yang diterimanya ini akan diuji lab terlebih dahulu untuk memastikan kebenaran kandungan limbahnya. Pihaknya juga akan melihat langsung lokasi sungai yang dilaporkan telah tercemar limbah serta akan memeriksa sistem pengelolaan limbah PT Pindo Deli.

Diakui Mahfudin, PT.Pindo Deli pernah disegel BPLH dengan kasus yang sama. Namun saat itu PT Pindo Deli cukup kooperatif dengan memperbaiki saluran pembuangan limbah maka sanksinya dicabut.

"Kita akan pelajari terlebih dahulu kebenaran laporan ini. Jika memang benar seperti itu kita pasti akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan aturan," katanya. (**)

foto: net
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -