Polisi Tangkap Pemalsu STNK

KARAWANG, KarawangNews.com - Polisi membekuk pelaku pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) berinisial AM (45) warga Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo, Senin (23/5/2016). Pelaku ini membeli motor bodong dan memalsukan STNK kendaraan tersebut sebelum dijual.

Kabag Ops Polres Karawang, Kompol Didik Purwanto menjelaskan, pelaku membeli sepeda motor yang diketahui hasil pencurian motor (curanmor), yaitu motor jenis Honda Scopy warna merah dengan nomor polisi B 3546 NRV. Kemudian pelaku memalsukan STNK motor itu melalui perantara berinisial TJ.

"STNK itu dipakai oleh AM untuk melengkapi kendaraan yang dibelinya itu," kata Didik, kepada wartawan, Jumat (27/5/2016) siang di Mapolres Karawang.

Pelaku AM ditangkap polisi di Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes dan dari hasil penangkapan itu polisi mengamankan sejumlah motor bodong yang sudah dilengkapi dengan STNK palsu, diantaranya Honda Supra X, Yamaha Mio, Honda CBR150 dan Kawasaki Ninja RR.

Sementara, TJ sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan polisi terus mengembangkan modus kejahatan ini. Pelaku kini mendekam dibalik jeruji tahanan Polres Karawang dan dikenakan sanksi Pasal 263 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara selama 6 tahun. 

Selain AM, polisi membekuk MD warga Anjun, Karawang Kulon. Pelaku ditangkap polisi setelah mencuri sepeda motor Honda Beat nopol T 3726 HJ warna putih di Masjid Al Barkah, Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, pelaku MD mencuri sepeda motor ketika pemiliknya sedang sholat di masjid tersebut.

"Pelaku mencuri motor bersama tersangka lainnya yang masih DPO dan MD telah melakukan kejahatan serupa sebanyak lima kali di wilayah Karawang," jelasnya.

Atas perbuatannya, MD diganjar Pasal 363 KUPidana, hukuman pidana penjara maksimal 7 tahun. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -