Dinas Pendidikan Larang PAUD Ajarkan Calistung

KARAWANG, KarawangNews.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang melarang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memberikan pelajaran membaca, menulis dan berhitung (Calistung) kepada siswanya.

Dijelaskan Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdikpora Karawang, Amid Mulyana SE, dengan tegas melarang metode Calistung diterapkan di lembaga pendidikan PAUD.

Hal ini untuk melindungi masa tumbuh kembang anak usia dini sesuai kemampuannya. Masa usia dini, merupakan masa bermain, bergembira dan upaya membentuk dasar karakter anak.

"PAUD untuk membangun karakter anak, tidak dibebankan belajar Calistung, kecuali si anak belajar Calistung secara alami, tanpa dibebankan harus bisa," kata Amid, Senin (23/5/2016) siang.

Diakuinya, selama ini para orang tua siswa masih bangga jika anaknya yang duduk di PAUD bisa Calistung hasil didikan PAUD tersebut dan akan protes jika PAUD tidak mengajarkan Calistung kepada anaknya. Padahal, pemahaman ini salah dan anak-anak akan kehilangan masa bermainnya.

"Ini berbahaya, kalau mereka dewasa, anak-anak ini akan menuntut masa bermainnya yang hilang. Biarkan saja anak-anak belajar Calistung dengan sendirinya (suka-suka, red)," paparnya.

Selain itu, Amid juga menyatakan dengan tegas tidak ada ujian tes masuk ke Sekolah Dasar (SD) dengan Calistung. Ini untuk menepis rumor para orang tua yang menyatakan, masuk ke SD favorit harus pintar Calistung sesuai yang diajarkan lembaga pendidikan usia dini.

"Rumor itu tidak benar, kalau ada SD yang melakukan tes masuk dengan ujian Calistung akan saya panggil kepala sekolahnya," tandas Amid.

Dia menyebutkan, jumlah seluruhnya lembaga pendidikan anak usia dini di Kabupaten Karawang sebanyak 1.200, jumlah ini diakuinya terus bertambah hingga 1.300, tetapi masih proses izin mendirikan yayasan.

Dari 1.200 lembaga pendidikan usia dini itu, hanya tiga lembaga yang dimiliki Pemkab Karawang, yaitu TK Negeri Pembina Karawang, TK Negeri Pembina Jatisari dan TK Negeri Pembina Rengasdengklok, sisanya milik swasta. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -