Jangan Salah Gunakan Medsos!

Warga Menulis
Oleh: Afifudin
- Mahasiswa Jurusan Hukum Pidana Islam UIN SGD Bandung
- Aktivis Keluarga Mahasiswa Pelajar Karawang (KEMPAKA)
Ditulis: 27 April 2016

PERKEMBANGAN teknologi senantiasa membawa dampak secara langsung maupun tidak langsung, dalam arti positif maupun negatif dan akan sangat berpengaruh terhadap setiap sikap tindak dan sikap mental setiap anggota masyarakat. Dalam hal ini media sosial, sebagai alat komunikasi baru, media ini begitu digemari masyarakat, begitu juga masyarakat di Karawang.

Dewasa ini, media sosial sudah tidak asing lagi dan menjadi tren di masyarakat. Fasilitas media sosial ini menyebar hingga tidak sedikit orang yang memilikinya. Berbagai macam media sosial yang disuguhkan di zaman serba modern ini, seperti Facebook, Twiteer, BBM, Line dan lain sebagainya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Wajar apabila media sosial disukai oleh banyak orang, karena manfaat dari adanya media sosial diantaranya ialah mudahnya menjalin komunikasi dengan teman, baik teman lama, maupun teman yang baru dikenal, dengan keluarga dan lain-lain tanpa terhalang oleh tempat dan waktu.

Media sosial membuat hampir sudah tidak ada pembatas antara orang satu dengan orang yang lain di dunia maya. Ironisnya, dengan tidak adanya pembatas ini menjadi potensi tingginya terjadinya tindak pidana, yang salah satunya adalah maraknya tindak pidana pencemaran nama baik, karena begitu bebasnya berekspresi, mengemukakan pendapat dengan hanya menulis sesuatu yang dapat dilihat oleh ratusan bahkan ribuan orang dalam waktu yang singkat.

Mudahnya mengakses media sosial, sering kali dimanfaatkan  secara negatif oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, aksi kejahatan yang dilakukan oleh oknum di dunia kejahatan via online tersebut adalah dengan cara melakukan pembajakan akun media sosial untuk berbagai kepentingan yang sangat merugikan pemilik akun asli. Modus yang biasanya dilakukan oleh para oknum kejahatan via internet  biasanya dengan menggunakan metode social engineering.

Social engineering adalah pemerolehan  informasi atau maklumat rahasia/sensitif dengan cara menipu pemilik informasi akun tersebut. Social engineering biasanya  dilakukan melalui jaringan telepon atau internet. Modus ini merupakan salah satu yang di gunakan para hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya, dengan cara meminta informasi itu secara langsung kepada korban atau pihak lain yang memiliki informasi itu.

Seperti belum lama, kasus yang menyeret siswi sekolah dasar di Cilamaya "Inna si Nononk" yang ramai diberitakan media lokal sampai media nasional akibat postingan tidak senonohnya, dengan mengunggah foto-foto mesra dengan pacarnya yang tak sepantasnya dilakukan oleh siswi sekolah dasar.

Namun, ketika di konfirmasi, akun Facebook Inna si Nononk bukanlah akun asli si siswi yang ada dalam foto tersebut, melainkan akun tersebut dijadikan alat untuk mencoreng namanya oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Penulis juga sering mengamati, banyaknya status-status dan komentar-komentar kasar di media sosial, permepuan yang mengupload foto-foto yang tidak sepantasnya dilihat oleh orang lain, yang notabene dilakukan oleh generasi muda dan para pelajar. Lalu apa penyebab permasalahannya?

Pertama, maraknya penyalahgunaan sarana media sosial, dikarenakan dalam pembelajarannya, kita hanya belajar pada ranah bagaimana kita bisa menggunakannya saja, ada tahap yang terlewatkan bagi kita khususnya para pelajar sebagai penikmat utama adanya media sosial, yakni pembelajaran bagaimana etika dalam berinternet terlebih di media sosial.

Kebebasan berekspresi haruslah kita imbangi dengan etika, jangan sampai berbenturan dengan norma yang ada, sekalipun hanya dalam ranah dunia maya. Dan kedua, kurangnya pengetahuan akan sanksi yang didapat apabila kita tidak menjaga etika dalam bergaul di dunia maya, dalam UU ITE sanksi yang akan diterima oleh orang yang menyalahgunakan media sosial yang berujung pada pencemaran nama baik cukup berat.

Dalam menanggulanginya, semua pihak harus bekerjasama dalam menangani kasus-kasus diatas, jangan karena bila dibiarkan, akan banyak yang akan dirugikan, termasuk nama Kabupaten Karawang sendiri.

Dalam dunia Pendidikan, guru harus lebih memberikan pemahaman bagaimana beretika di dunia maya, memberikan pemahaman kepada para pelajar akan pentingnya saling menghormati, berkata baik dan menanamkan rasa malu di dunia maya khusunya di media sosial.

Juga memberikan pelajaran bagaimana memanfaatkan media sosial sebagai sarana yang paling digemari menjadi hal yang positif, seperti berwirausaha di media sosial atau online shop, membuat website atau blog sekolah dll, yang nantinya akan menjadi soft skil pelajar.

Dan peranan orang tua atau keluarga lain untuk ikut mengawasi dan memantau, karena tak cukup mengawasi hanya di dunia nyata saja, haru ini sangat diperlukan pengawasan di dunia maya, apabila anak atau kerabat dekat melakukan penyalahgunaan media sosial, kita bisa berikan nasehat atau teguran. (**)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -