FPI Minta Film G 30 S/PKI Kembali Ditayangkan

KARAWANG, KarawangNews.com - Front Pembela Islam (FPI) Karawang meminta Pemkab Karawang kembali memutar film G 30 S/PKI untuk masyarakat, sebab FPI mengaku getir ketika remaja saat ini menggunakan atribut PKI berlambang palu arit sebagai tren. Melalui film itu, diharap generasi muda saat ini bisa tahu sejarah kekejaman yang dilakukan PKI di tahun kelabu 1965 lalu.

Pemutaran film ini diminta FPI Karawang langsung kepada Asisten Daerah I Pemkab Karawang, Samsuri, di ruang rapat Kantor Bupati Karawang, Selasa (24/5/2016) siang. Di ruangan itu hadir juga Kapten Sudiono dari Kodim 0604 dan AKP Mujiharja dari Polres Karawang.

"Kita tidak menyaksikan kekejaman PKI, tetapi sejarah mencatat kejadian itu benar-benar terjadi, bahkan para ulama terdahulu pun banyak yang menjadi saksi," kata koordinator aksi, Ade Dahyar.

FPI dengan tegas menentang pemerintah RI jika meminta maaf kepada PKI, sebab kejahatan yang dilakukan PKI di masa lalu itu sudah merenggut hak asasi manusia dan perilaku PKI sudah di luar akhlak dan moral manusia, PKI telah membantai dan membunuh siapapun yang tidak sepaham dengan ajaran komunisnya.

FPI berharap, pemutaran kembali film G 30 S/PKI bisa kembali membuka wawasan masyarakat, sehingga tidak melupakan sejarah kelam dan bisa mewaspadai laten PKI bangkit kembali.

Menanggapi hal ini, Kapten Sudiono menyatakan, sejarah buruk terbunuhnya tujuh jendral TNI di masa itu menjadi pelajaran bagi TNI saat ini, terlebih dalam tiap jiwa TNI tertanam rasa nasionalisme yang dalam untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya setuju dengan FPI, jika bisa ini harus digetaran sampai ke desa-desa, sebab PKI adalah kewaspadaan Nasional, apabila ada indikasi bangkitnya PKI ini harus disikapi tegas," tandasnya.

Sementara itu, Samsuri menyatakan, Pemkab Karawang akan memutarkan film G 30 S/PKI di momen tertentu, misal pada peringatan 17 Agustus dan setiap tanggal 30 September.

"Kita setuju, kita akan putar film itu, agar masyarakat bisa kembali diingatkan kebiadaban PKI kepada bangsa ini. Sampai saat ini, saya belum mendengar Presiden RI Jokowi akan meminta maaf kepada PKI," ucapnya.

Usai pertemuan itu, FPI kembali melakukan aksi di depan halaman kantor bupati, yaitu membakar bendera bergambar palu arit. Ini dilakukan sebagai bentuk penolakan PKI ada di Nusantara.

Pada aksi ini, FPI meminta Pemkab Karawang, kepolisian dan TNI agar menghalau ideologi yang mengancam kedaulatan NkRI. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -