Wabup Jimmy Semprot Dua Perusahaan yang Abaikan CSR

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) semprot dua perusahaan yang tidak menerapkan UU No 40 tahun 2007 yang mewajibkan perusahaan mengeluarkan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar 2,5 persen per tahun. Wakil bupati langsung pergi di tengah presentase profil perusahaan, ketika diketahui perusahaan itu tidak mengindahkan peraturan pemerintah tersebut.

Dalam sidak kepada dua perusahaan di Kawasan Indotaise daerah Cikampek, Selasa (5/4/2016) siang, Jimmy memperoleh data ganjil, diantaranya soal rekrutmen tenaga kerja yang tidak sesuai Perda No. 1 Tahun 2011 dan mengenai CSR.

Dua perusahaan itu PT Asahimas Flat Glass Tbk yang memproduksi kaca mobil dan PT Molten Alumunium Producer Indonesia (MAP-I) yang memproduksi alumunium, keduanya tidak memberikan data akuntabel Corporate Social Responsibility (CSR).

PT Asahimas Flat Glass Tbk melaporkan telah memberi CSR tahun 2014 Rp 140 juta-an, ini tidak sebanding dengan penghasilan perusahaan setahun yang mencapai puluhan miliaran rupiah. Sedangkan PT MAP-I hanya melaporkan telah menyalurkan CSR Rp 70 juta di tahun 2015 lalu, ini pun tidak sebanding dengan penghasilan perusahaan itu yang telah berdiri sejak tahun 2003 itu.

"Jika itu tidak diindahkan, maka kami akan melakukan sanksi administratif dengan tegas, bahkan ijin tenaga asing pun bisa kami cabut," tandas Jimmy, disaksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Karawang, Ahmad Suroto dan Kepala BPLH, Setiyadarma yang juga ikut hadir pada sidak itu.

Mengungkapkan kekesalan kepada perusahaan itu, Jimmy langsung meninggalkan ruang rapat, Jimmy sudah tidak respect lagi ketika dua perusahaan itu diketahui kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya. Aksi Jimmy ini sempat membuat kaget jajaran dan pimpinan perusahaan tersebut, setelah mereka menyadari tidak CSR yang selama ini mereka lakukan tidak sesuai peraturan pemerintah, tetapi lebih kepada bakti sosial masyarakat.

"Setiap perusahaan diwajibkan menyalurkan 2,5 persen dari profit perusahaan setiap tahun, 2,5 persen itu untuk CSR," tegasnya.

Usai sidak, kepada wartawan Jimmy mengungkapkan, jumlah perusahaan di Kabupaten Karawang tercatat 1.586, jika 1.500 perusahaan memberikan Rp 100 juta untuk CSR, berarti setahun terkumpul dana CSR Rp 150 milyar, ini jumlah yang sangat besar untuk menopang program pembangunan Kabupaten Karawang.

"Dari jumlah itu, 30 persen akan dikembalikan kepada desa tempat perusahaan itu berdiri dan 70 persennya diberikan untuk seluruh rakyat Karawang, diantaranya desa pelosok yang tidak memiliki industri, seperti Pakisjaya dan Cibuaya," ungkapnya.

Dijelaskan Jimmy, APBD Karawang tahun 2016 mencapai Rp
3,7 triliun untuk belanja langsung  40 persen dan 60 persen belanja tidak langsung. Sebesar 40 persen itu untuk membangun segala yang ada di Karawang.

"Kita masih punya 500 km jalan yang masih rusak, juga 1.260 km saluran air yang dangkal, sebab jika tidak dikeruk airnya tidak akan sampai ke sawah. Bagi petani, semahal apapun pupuk akan dibeli, tetapi jika air kurang akan sulit untuk tanam," jelasnya.

Selain itu, di Kabupaten Karawang ada 1.446 kelas SD yang masih rusak, juga ratusan kelaa SMP dan SMA yang butuh rehab. Tentunya ini bukan sekedar tanggungjawab pemerintah daerah, sebab perusahaan biasa mengimplementasikan 2,5 persen CSR yang untuk membantu pembangunan daerah.

Diakuinya, ada tiga hal yang disampaikan dalam sidak ke perusahaan ini, diantaranya soal implementasi Perda No. 1 Tahun 2011 tentang tenaga kerja yang mewajibkan 60 persen orang Karawang. Kemudian rekrutmen tenaga kerjanya satu pintu tidak melalui siapapun kecuali Dinas Tenaga Kerja.

Selain itu, soal pengelolaan limbah ekonomis yang harua diberikan kepada pemerintahan desa melalui BUMDES, tetapi dihimbau kepada desa untuk tidak dijual melainkan dikelola desa sendiri.

Kemudian limbah B3 pabrik harus dijaga, agar tidak mencemari sungai. Termasuk angkutan karyawan luar daerah, diintruksikan dimutasi ke plat T agar bisa menambah PAD bagi daerah, sehingga karyawan tidak menggunakan plat kendaraan luar daerah.

Juga soal CSR, sebagaimana UU No. 40 Tahun 2007 mewajibkan perusahaan mengeluarkan CSR sebesar 2,5 persen dalam setahun. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -