Wabup Jimmy Ancam Deportasi Tenaga Kerja Asing Tanpa IMTA

KARAWANG, KarawangNews.com - Serius membenahi Karawang, Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) mengancam akan mendeportasi tenaga kerja asing di Karawang yang tidak patuh pada regulasi pemerintah, seperti  sengaja tidak memperpanjang Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).

"Kalau bandel, saya deportasi saja, masih banyak kok warga Karawang yang mampu bekerja di perusahaan," kata Jimmy, saat sidak ke Kawasan Surya Cipta, Jumat (29/4/2016) siang.

Saat sidak di PT Atsumitec Indonesia, Jumat siang, Jimmy semprot seorang general manajer perusahaan spart part ini, Jimmy geram karena salah satu tenaga asingnya terlambat tiga bulan tidak memperpanjang IMTA.

"Dalam aturannya, tujuh hari sebelum masa berlaku habis, yang bersangkutan harus memperpanjang ijin, ini sudah tiga bulan belum diurus," kata politisi PKB ini, dihadapan general menajer itu.

Nada tinggi Jimmy sempat mengagetkan sejumlah karyawan yang menyaksikan sidak ini, bahkan Jimmy mengatakan akan mendeportasi seluruh tenaga asing yang bermasalah di perusahaan ini.

Jimmy langsung memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja, H. Suroto untuk menindak perusahan tersebut, didampingi petugas berwajib dari Imigrasi dan Polres Karawang.

Setelah dari PT Atsumitec, tim sidak bertolak ke Hotel Delonix, di hotel ini didapatkan tiga tenaga kerja asing asal Jepang yang tidak bisa menunjukan IMTA, posisi kerja mereka di hotel ini sebagai manajer, kemudian ketiganya digiring ke kantor Dinas Tenaga Kerja untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, insiden pecah di hotel ini, ketika manajemen hotel seolah menyembunyikan ketiga tenaga asingnya itu, hampir satu jam tim sidak merasa dipermainkan. Jimmy dan Suroto pun meledak-ledak memarahi manajemen hotel.

"Apa perlu saya panggil pasukan Satpol PP (untuk men-sweeping tiga tenaga asing yang diduga sembunyi, red)," kata Jimmy, sambil memegang handphonenya di hadapan manajemen hotel.

Setelah dibuat marah, tak lama ketiga tenaga asing itu muncul. Kepada ketiganya, Jimmy menjamin mereka tidak akan diberi sanksi keras, hanya diperingatkan agar patuh pada regulasi pemerintah.

"Everything it's oke," kata Jimmy, sambil merangkul ketiganya agar naik ke mobil plat merah Imigrasi Karawang.

Diakui Jimmy, sidak ini penting demi Karawang, sebab tenaga kerja asing yang ada ini merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika satu orang tenaga asing membayar retribusinya pertahun Rp 15 juta, tentu Karawang akan mendapatkan PAD besar dari 2.517 tenaga asing yang tercatat bekerja di sejumlah perusahaan di Karawang.

"Kita sangat serius soal ini, kita tidak main-main, semua tenaga kerja asing harus melengkapi ijinnya," jelasnya.

Dijelaskan H. Ahmad Suroto, pihaknya bekerjasama dengan Imigrasi dan Polres dalam mengawasi tenaga kerja asing, sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 35 Tahun 2015. Sudah sangat jelas, bagi tenaga kerja asing, dimana pun mereka berdomisili harus punya IMTA yang dikeluarkan Tenaga Kerja RI dan tenaga kerja asing ini harus melapor kepada dinas tenaga kerja di kabupaten atau kota tempat dia bekerja.

"Perpanjangan IMTA harus ke Disnaker setempat dan target PAD kita setahun dari retribusi IMTA ini sekitar Rp 16 miliyar," kata Suroto. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -