Menangih Janji Pemda Untuk Implementasi Perda RTH

Oleh:
Natala Sumedha

- Anggota Komisi B DPRD Karawang
- Mantan Ketua Pansus Perda RTH
- Mantan Anggota Pansus Kabupaten Layak                                        
- Anggota Pansus Raperda Penyelenggaraan Pariwisata (saat ini masih dalam proses pembahasan)
- Sekretaris Fraksi PDIP

Ditulis: Jumat (8/4/2016)

Beberapa hari ini Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana dan Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) melakukan sidak bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Karawang Barat dan Timur, bahkan sempat ada berita aparat beking pengusaha pasir di Karawang Timur.

Yang menjadi pertanyaan kami apakah hasil sidak tersebut akan ditindaklanjuti, karena kami memandang proses eksekusi yang dulu pernah dilakukan berupa pembongkaran warung kemudian dipagar, hingga hari ini belum ada tindaklanjutnya untuk pembuatan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga banyak pagar yang hilang, karena seperti dibiarkan.

Olaeh karena itu, kami memandang pemerintah daerah jangan lagi berwacana lewat media saja, termasuk di dalamnya pembuatan RTH taman bencong, tapi segera realisasikan, karena sejak Perda RTH diparipurnakan artinya pemerintah daerah mempunyai kewajiban melaksanakan dan menjalankan amanah dari Perda tersebut dengan sepenuh hati, jangan sepotong-sepotong kerjaannya.

Apalagi anggaran untuk RTH sudah ada dalam program dinas yang beraangkutan, ayo kami berharap segera eksekusi pekerjaannya, terlebih pembuatan RTH juga sudah menjadi kewajiban yang harus dipenuhi dalam Perda Kabupaten Layak Anak, dimana pemerintah berkewajiban menyiapkan ruang terbuka hijau khusus anak bermain secara gratis, seperti halnya taman lalu lintas di Bandung yang bisa dibiayai oleh CSR dari pabrik otomotif, padahal lokasi pabriknya ada di Kabupaten Karawang.

Artinya, kalau melihat kondisi seperti ini pemerintah daerah kurang kerjasama dengan pengusaha dan perusahaan. Oleh karena itu, pemerintah juga mempunyai kewajiban melakukan sosialisasi yang berkelanjutan dan diatur juga agar RTH bisa menggunakan CSR seperti di koita-kota lainnya dalam bentuk taman kota, bukan seperti yang sekarang berjalan, CSR hanya dalam Tabulapot (tanaman bunga dalam pot).

Oleh karena itu, kami meminta segera pemerintah melakukan pembuatan taman kota dan hutan kota, serta penghijauan di beberapa kecamatan yang pernah disepakati, karena anggaran dan program sudah ada di beberapa dinas seperti Cipta Karya, Dinas Pertanian dan Kehutanan serta BPLH.

Terlebih kalau kita melihat kota lain, RTH tersebut bisa dijadikan bagian dari pariwisata buatan yang bisa membantu meningkatkan kehadiran wisata domestik dan kalau pemerintah peka melakukan penghijauan di Karawang Selatan, maka dapat juga meningkatkan kehadiran wisatawan serta menjaga alam lebih baik.

Mumpung masih ada waktu, segera realisasikan perda RTH tersebut, sudah bukan jamannya hanya berwacana, karena penghijauan itu sangat penting untuk bisa mengurangi polusi udara. (**)

foto: kabarpublik
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -