Kartini dan Politik Perempuan

Oleh: Indriyani, ST
- Anggota DPRD Kabupaten Karawang
- Ketua HKTI Kabupaten Karawang
- Ketua Garda Wanita Malahayati NasDem Karawang
- Bendahara Kaukus Perempuan Politik Indonesia, Kabupaten Karawang
Ditulis: Kamis (21/4/2016)

BAGI KAUM PEREMPUAN, memperingati Hari Raden Ajeng Kartini memberikan sebuah inspirasi tersendiri. Inspirasi perjuangan kesetaraan, perlawanan terhadap dominasi laki-laki dalam berbagai bidang, subordinasi serta prilaku diskriminatif. Perjuangan kesetaraan perempuan adalah cita-cita mulai seorang Kartini yang kemudian melahirkan spirit bagi kaum Hawa untuk bangun sekaligus membuka mata akan posisi mereka di dalam berbagai lini kehidupan sosial, ini diperingati pada setiap bulan April.

Cita-cita Kartini tak hanya ditujukan kepada kaum perempuan semata, tapi seharusnya juga dipahami kaum laki-laki, agar tidak bertindak serta memperlakukan semena-mena terhadap perempuan dengan alasan apapun atau karena streotip sosial dan kultural yang selama ini terbangun di benak masing-masing.

Perempuan pun butuh dihormati, salah satu caranya ialah menempatkan mereka tidak dalam posisi marginal. Terlebih, dalam era demokratisasi, hak-hak perempuan sudah harus dipahami secara kolektif, agar peran mereka tak dilihat kasat mata demi cita-cita kesejahteraan dan keadilan sosial nyata wujudnya.

Masa Kartini tentu saja berbeda dengan masa kini, artinya Kartini hidup dengan kesadaran penuh sebagai seorang wanita pejuang tangguh agar keberadaan perempuan tak dipandang sebelah mata oleh negara, karena mereka mampu dan memiliki segudang potensi serta kapasitas untuk membangun sebuah negara menuju perubahan ke arah perbaikan demi terwujudnya kesejahteraan sosial.

Deretan berbagai persoalan yang menimpa kaum perempuan adalah bentuk nyata bahwa perjuangan mereka belumlah tuntas dan itu sekaligus menjadi sebuah perkejaan rumah bagi siapapun di negeri ini yang mencita-citakan tegaknya keadilan sosial.

Tentu, bukan perkejaan mudah mewujudkannya, terutama kaum perempuan yang hingga saat ini masih tersandung oleh berbagai berbagai aturan yang tak sensitif gender ditambah lagi streotip-streotip negatif terhadap kaum perempuan terbentang di tengah-tengah masyarakat. Jika praktek serta streotip marjinal terhadap perempuan masih subur, maka perjuangan perempuan untuk kesetaraan bisa dikatakan masih relatif berat dan membutuhkan waktu panjang.

Kesadaran seperti ini adalah sebuah keniscayaan yang tak terbantahkan bagi para pelopor perjuangan kesetaraan gender di kalangan perempuan khususnya, sehingga Butuh aktor sekaligus figur berkapasitas, baik pengalaman, kesadaran, kepekaan, maupun daya intelektualitas tajam menyikapi persoalan ini.

Namun kini, rasa pesimis rasnya lebih dominan ketimbang optimisnya melihat calon-calon pemimpin dari kalangan perempuan yang lebih mengutamakan kursi kekuasaan ketimbang kepentingan perjuangan kaum Hawa dan hal yang paling mengerikan bila mulai bermunculan sikap apatis dari masyarakat ketika melihat sosok calon pemimpin perempuan yang justru memberikan citra buruk terhadap mereka.

Kita berharap Karawang yang dipimpin oleh seorang perempuan dan munculnya legislator-legislator perempuan mampu menjadi pelopor perubahan terakomodirnya hak-hak perempuan yang selama ini terlupakan. (**)





Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -