Joki UN Kesetaraan Diancam Penjara 6 Tahun

KARAWANG, KarawangNews.com - Berulang-ulang Kabid PNFI Disdikpora Karawang, Amid Mulyana SE menegaskan, tidak akan mentolerir kepada joki Ujian Nasional (UN) Kesetaraan. Jika dalam ujian ditemukan perjokian, dia akan menyerahkan joki tersebut ke polisi.

Dia berharap, pengawas ujian tidak membiarkan kursi kelas ujian diduduki para joki. Selain kepada joki, pengawasan terhadap peserta ujian ini harus maksimal, sehingga tidak ada celah kecurangan yang dilakukan peserta ujian.

"Kita ingin ada perubahan, yang lalu biarlah berlalu, hari ini harus jadi pencerahan, di ujian ini sedikitpun tidak ada toleransi (bagi joki, red)," kata Amid.

Hal senada diungkapkan Kanit III Satreskrim Polres Karawang, Aiptu Makmur, jika diketahui di dalam UN ada joki, yang bertanggungjawab tidak hanya peserta yang tercatat sebagai peserta ujian, tetapi lembaga pendidikannya, termasuk instansi terkait penyelenggara ujian ini.

"Tindak pidana tidak berdiri sendiri, ada pelaku utama, pelaku pembantu dan pelaku penyerta, makanya diharapkan hal itu tidak terjadi," kata Makmur.

Diketahui, perjokian dilarang dalam ujian sekolah maupun penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), pelakunya bisa dijerat pidana dengan ancaman kurungan penjara 6 tahun.

Joki dalam ujian ini biasanya dilakukan jika peserta ujian berhalangan mengikuti jadwal ujian, sehingga dia mengirim seseorang untuk menggantikannya. Misalnya, peserta yang tidak mendapat ijin dari tempatnya bekerja.

Ada juga yang memang sengaja menyewa joki, karena peserta ujian tidak percaya diri dengan kemampuannya dan berharap mendapat nilai tinggi. (spn)

Baca juga:
Kabid PNFI Himbau PKBM, UN Kesetaraan Harus Berintegritas
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -