Bernostalgia Permainan Tradisional di Tengah Globalisasi

Warga Menulis
Oleh : Afifudin
Mahasiswa Jurusan Hukum Pidana Islam
Aktivis Organisasi Daerah Keluarga Mahasiswa Pelajar Karawang (KEMPAKA)
Ditulis: Selasa (26/4/2016)

SEBAGAI orang yang tinggal di pedesaan di pesisir Kabupaten Karawang dan masih terbilang jauh dari perkotaan, penulis masih bisa merasakan semangat bergotong royong masyarakat dalam segala aspek, tak terkecuali dalam bidang permainan tradisional. Bentuk-bentuk permainan tradisional terbilang sangat beranekaragam yang sering dimainkan muda-mudi yang ada di Karawang, seperti permainan klereng, galaahasin, lompat karet, petak umpet, congklak, layang-layang dan masih banyak apabila kita sebutkan.

Dalam permainan tradisional, kita tak perlu repot-repot mengeluarkan banyak biaya apabila ingin memainkannya, cukup hanya dengan menggunakan semangat kebersamaan dan kreativitas memanfaatkan alam sekitar, kita sudah bisa memainkan berbagai permainan tradisional.

Namun, dewasa ini kita mungkin sulit menemukan generasi muda kita memainkan permainan tradisional seperti yang penulis paparkan diatas, mengingat diera Globalisasi yang identik dengan mesin ini, generasi muda kita "digiring" untuk dekat dengan semua hal yang "berbau" teknologi, dampaknya jelas, lambat laun budaya permainan tradisional mulai terkikis hilang, dan kita hanya bisa "Bernostalgia" akan serunya sebuah kebudayaan permainan tradisional.

Budaya yang diartikan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat (Selo Soemardjan), sudah sepantasnya kita jaga dan lestarikan, begitu pula budaya permainan tradisional yang merupakan suatu warisan nenek moyang kita, dan menjadi satu dari jutaan kekayaan dan keberagaman budaya di Indonesia.

Afifudin
Dalam berbagai permainan tradisional, terdapat banyak manfaat seperti mengasah kreatifitas, semangat kebersamaan, saling berjuang dan diajarkan untuk mengakui yang menang dan menerima kekalahan.
Dalam kenyataannya, globalisasi memang merupakan sesuatu pengaruh yang tidak bisa kita bending, tak terkecuali dampak pengaruh globalisasi pun menerpa masyarakat Karawang, ada pengaruh positif, tapi tidak sedikit pula pengaruh negatif.

Di era globalisasi, generasi muda disuguhkan dengan bernagai hal yang dikemas dengan kecanggihan tekhnologi, bentuk-bentuk permainan tak luput dari pengaruh globalisasi, generasi muda hari ini lebih sering memainkan permainan seperti Playstation dan game online yang tanpa disadari ada dampak negatif yang generasi muda kita alami, seperti, autis lebih senang menyendiri dan asik pada gadgetnya, mengubah pola hidup menjadi boros.

Sebab, mau bagaimana pun, permainan yang dibalut dengan tekhnologi tidaklah gratis dan dampak yang paling parah yakni, mengikis minat terhadap permainan tradisional yang merupakan suatu warisan budaya dan generasi muda kita lupa bahwa mereka harus melanjutkan tongkat estafeta untuk membawa budaya permainan tradisonal ke generasi selanjutnya.

Secara umum ada tiga cara kita melestarikan budaya permainan tradisional. Pertama, pelestarian budaya dengan terjun langsung, disisni kita ikut bermain permainan tradisional. Kedua, pelestarian kebudayaan melalui pusat kebudayaan, agar generasi selanjutnya nantinya bisa mengakses dari lembaga-lembaga yang berkaitan dengan kebudayaan. Ketiga, pelestarian dengan mengubah pola piker masyarakat khususnya generasi muda, dengan mengadakan seminar kebudayaan permainan tradisional, atau diselipkan di lembaga-lembaga penididikan.

Penulis disini menggugah seluruh elemen masyarakat, untuk mau berpartisipasi menjaga dan melestarikan budaya permainan tradisional sebagai salah satu dari jutaan kekayaan budaya di Indoneia, sebelum terlambat dan benar-benar hilang, jangan sampai nantinya kita hanya bisa "Bernostalgia." (**)
Bagikan berita ini :
Comments
1 Comments

+ komentar + 1 komentar

7 Mei 2016 17.03

jangan sampai tergerus arus globalisasi permainan tradisional ini

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -