Waduh, Pelajar SMP Disetubuhi Sopir Dalam Angkot

KARAWANG, KarawangNews.com - Dokter nyuntik pasien di mobil ambulans, itu wajar, tapi jika sopir angkot "nyuntik" penumpang dalam mobil, itu kurang ajar! Dan itulah kelakuan Carsa H alias Caca (26), sopir angkot yang biasa narik di  jurusan Lamaran - Palumbonsari Kabupaten Karawang. Korbannya, pelajar satu SMPN di Karawang yang tak terima atas kelakuan Carsa, minta bantuan polisi untuk meringkusnya.

Profesi sopir angkot memang memungkinkan punya akses bertemu penumpang berparas cantik dan muda. Dengan atas nama mengantarkan penumpang, bisa saja pak sopir bertingkah terhadap penumpangnya. Jika imannya kuat, mengantarkan penumpang itu takkan menimbulkan efek sampingan. Yang membahayakan jika pak sopir justru tertarik pada sang penumpang, sehingga dampaknya bisa ke mana-mana.

Sopir muda seperti Carsa, ternyata termasuk bagian dari sopir kategori itu. Melihat penumpangnya muda cantik dan polos, akhirnya celamitan juga. Ini terjadi ketika Carsa ketemu penumpang muda Mawar (15)-nama samaran-. Sering mengantarkan Mawar ke tempat tujuan, rupanya Carsa memendam hasrat pengen juga menikmati.

Maka di luar urusan transportasi jasa perangkotan, sekali ada kesempatan, Carsa yang sudah kebelet oleh Mawar nekad mengantarkan penumpangannya ini tidak ke tempat tujuan.  Karena sudah kebelet, di dalam mobil dan jalanan yang sepi (Jalan Rawagede-Rawamanuk Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta) Carsa pun nekad menuntaskan birahinya. Mawar langsung ditancap gas, jussss.
 
"Korban diimingi-imingi uang Rp 200 ribu, lalu disetubuhi di dalam angkot dan tempat yang sepi pada (2/2/2016) sekitar pukul 13.00 WIB. Sedangkan penangkapan tersangka ini atas laporan orangtua korban pada Senin (29/2/2016)," kata Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Doni Satria Wicaksono.

Doni menjelaskan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 81 ayat 1 dan 2 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

"Untuk barang bukti yang diamankan seragam sekolah korban dan angkot jurusan Lamaran-Palumbonsari T 1951 EB," jelasnya. (rif)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -