Perhutani Gelar Patroli Gabungan ke Hutan Kutatandingan

KARAWANG, KarawangNews.com - Perum Perhutani wilayah Telukjambe Kabupaten Karawang, melakukan patroli bersama di wilayah hutan Kutatandingan, Kecamatan Telukjambe Barat, Sabtu (12/3/2016), menyusul tingginya aksi perusakan hutan di daerah itu.
   
"Beberapa waktu lalu ada insiden di sekitar petak 55 kawasan hutan Kutatandingan, jadi sekarang kami menggelar patroli bersama," kata Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Telukjambe Arif Widodo, di sela patroli ini.

Kata dia, sesuai pendataan yang telah dilakukan, telah terjadi aksi perusakan hutan seluas sekitar 6 hektare di kawasan hutan tersebut, diduga dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu.
   
Aksi perusakan hutan tersebut terbagi dua, yakni perusakan pohon atau penebangan liar dan perusakan tanah atau meratakan lahan yang berada di kawasan hutan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
   
Selain dipicu adanya perusakan hutan, patroli bersama Polisi Hutan, jajaran kepolisian serta TNI itu dilakukan, karena beberapa hari sebelumnya tersiar kabar adanya insiden.
   
"Patroli bersama ini juga melibatkan LSM Lodaya yang merupakan pendamping Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah Jawa Barat," kata Arif.
   
Beberapa hari lalu, tersiar kabar kalau salah seorang anggota LMDH di daerah tersebut diintimidasi oleh kelompok tertentu, hingga rumahnya diserbu oleh kelompok tertentu itu.
   
Selain itu, ada pula laporan kelompok tertentu yang
menghalang-halangi polisi hutan saat sedang bertugas mengawasi kawasan hutan di daerah tersebut.
   
Terkait dengan aksi perusakan pohon, Perhutani BKPH Telukjambe sudah melapor ke Polres Karawang. Terdapat 12 orang yang dilaporkan atas dugaan merusak 35 pohon di kawasan hutan Kutatandingan. Sedangkan terkait dengan perusakan tanah di kawasan hutan, pihaknya masih melakukan pengkajian.

Sementara itu, kawasan hutan Kutatandingan di wilayah Telukjambe tersebut dipenuhi pemukiman penduduk. Bangunan rumah yang ada di kawasan hutan itu ada yang permanen dan semi permanen.
   
Di sekitar kawasan hutan tersebut terdapat beberapa kendaraan alat berat. Bahkan, di titik awal memasuki kawasan hutan terdapat gerbang bertuliskan kalau kawasan tersebut telah dikuasai oleh kelompok tertentu. Selain itu, juga terdapat portal yang diduga dibuat oleh kelompok tertentu.
   
Asper BKPH Telukjambe Arif mengaku, akan melakukan evaluasi terkait dengan hasil patroli bersama itu.

Di tempat sama, kelompok yang disebut-sebut bertentangan dengan Perhutani, Serikat Tani Telukjambe Bersatu (STTB) melalui juru bicaranya, Aris menyatakan, masyarakat tidak melakukan penebangan liar, sebab yang ditebangnya adalah pohon yang selama ini ditanam masyarakat.

Selain itu, Aris juga membantah pihaknya telah melakukan jual beli lahan di area hutan Perhutani. Selama ini, kata Aris, yang dilakukan pihaknya adalah membantu masyarakat Kutatandingan yang termarjinalkan.

"Selama ini hubungan kita dengan pihak Perhutani baik-baik saja kok, tidak ada masalah apa-apa. Portal yang kami buat ini untuk mencegah pencurian oleh warga luar, bukan untuk memportal aparat," kata Aris. (al/spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -