IGRA Gelar Porseni di Mall Galuh Mas Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Karawang menyelenggarakan Lomba Pekan Olahraga dan Seni (PORSNI) se-Kabupaten Karawang tahun, Senin (7/3/2016) di halaman parkir Karawang Central Plaza (KCP) dan Technomart, Galuh Mas Karawang.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, tanggal 7 - 8 Maret 2016 ini melaksanakan lomba Mars RA, Senam Ceria Anak Indonesia, tari kreasi guru, hafalan do'a, puitisasi Al-Qur'an, praktek sholat dan olahraga lari estafet.

Dalam sambutannya, H. Ahmad Zamakhsyari, S.Ag menyampaikan,  PORSENI ini merupakan titik awal untuk membina teknik dan metode yang dapat menunjang perkembangan dan kemajuan olahraga di Kabupaten Karawang.

"Melalui porseni ini, harus ditunjukan wujud nyata betapa penting olahraga dan kesenian dalam rangka mendukung proses pembangunan di semua bidang. Saya harap, kegiatan ini dapat melahirkan generasi yang bertanggung jawab dan berakhlakul karimah," jelasnya.

Dia menegaskan, IGRA dan Kemenag bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang harus saling bahu-membahu mewujudkan Karawang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.

"IGRA dan Kemenag harus besinergi dengan baik serta menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang berlandaskan agama," kata wakil bupati.

Ketua Pimpinan Wilayah IGRA Jawa Barat Dra. H. Siti Latifah, M.Pd.I menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat  dan juara satu dari tiap kabupaten/kota akan dikirimkan menjadi perwakilan ke PORSENI RA tingkat provinsi.

IGRA merupakan mitra Kemenag dan IGRA mempunyai landasan dasar vertikal dan horizontal. Secara horizontal artinya bisa bekerja sama dengan siapa pun, Kemenag maupun pemerintah daerah, sehingga memiliki sinergi yang kuat dengan semua pihak.

Diketahui, Raudatul Athfal merupakan jenjang pendidikan anak usia dini, yakni usia 6 tahun atau di bawahnya dalam bentuk pendidikan formal, di bawah pengelolaan Kementerian Agama.

Ini sejalan dengan amanat undang-undang tentang sistem pendidikan Nasional, UU Nomor 20 Tahun 2003 yang menyatakan, pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun, usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age).

Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. (rls)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -