Edan! Guru Ngaji Cabuli Murid, Balita Jadi Korban Cabul

KARAWANG, KarawangNews.com - GURU ngaji, MS (39), diamankan polisi karena mencabuli muridnya sendiri, di tempatnya mengajar di Kampung Bulak Macan Permai, Jalan Pulau Intan Raya B/47, RT07/13, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Senin (14/3/2016). Tersangka ditangkap setelah korban MA (9) mengadu ke ibunya telah dicabuli.

Pencabulan itu dilakukan MS terhadap MA, pada Jum'at (11/3/2016) di ruang mushola Tempat Pengajian Anak (TPA) Al Hidayah Harapan Jaya.

Awal penangkapan itu, setelah polisi menerima laporan dari orangtua korban, EJ, dan mengamankan tersangka di rumahnya di Kampung Bulak Macan Permai, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Puji menjelaskan, pencabulan itu bermula saat korban mengaji disuruh MS mengambil air minum di warung. Saat MA memberikan air minum ke tersangka, bocah lugu ini dipangku MS dan kemaluanya dipegang.

"Tersangka mengatakan supaya korban tidak sering ngompol, harus dipegang-pegang," ujar Puji, sambil mengatakan dengan tipu muslihat lalu mencabuli korban. 

Korban menceritakan apa yang dialaminya kepada ibunya yang lalu melapor ke polisi. Kepada penyidik, tersangka mengakui sudah mencabuli korban dan satu korban lainya yakni NP,( 9). Modus yang dilakukan oleh pelaku selalu sama dengan sasaran anak muridnya.

"Untuk sementara tersangka mengaku mencabuli dua anak," tegasnya.

Akibat perbuatanya, MS dikenakan Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Kini, pelaku meringkuk di Mapolresta Bekasi Kota.  

***Tetangga Cabuli Balita

Kejadian pencabulan juga diduga terjadi kembali di Kabupaten Karawang. Kali ini korbannya seorang balita berusian lima tahun bernama Mawar (nama samaran,red) dari Dusun Belendung, Desa Lemah Mulya, Kecamatan Majalaya. 

"Putri saya mengeluh kesakitan pada alat vitalnya saat dimandikan oleh ibunya. Dia mengaku sakitnya akibat ulah yang dilakukan tetangga kami JM (12) yang dilakukan pada Kamis (10/3/2016) lalu, putir saya menyebut alat vitalnya dicabuli menggunakan jari di tempat yang sepi," kata ayah Mawar, Irfan. 

Panik dengan pengakuan anak semata wayangnya tersebut, Irfan dan istri langsung membawanya ke klinik yang berada tidak jauh dari rumahnya. Menurut keterangan dokter jaga, memang terdapat luka yang dikarenakan benda tumpul yang mengakibat Melati meradang kesakitan di bagian kewatiannya. 
"Makanya menerima informasi darimedia, kami pun langsung melaporkan ke unit PPA Polres Karawang pada Sabtu (12/3/2016). Tapi, sebelum melapor ke polisi, sehari sebelumnya pihak keluarga pelaku sudah datang ke rumah dan mengakui salah serta meminta kepada saya agar permasalahan ini bisa diselesaikan dengan jalur kekeluargaan, namun saya tolak," tegasnya.

Diakuinya, kondisi psikologi anaknya pasca kejadian dugaan pencabulan tersebut berubah drastis. Mawar jadi lebih banyak melamun dan kerap mengeluarkan kata-kata jorok. "Pokoknya sangat beda dengan sebelum kejadian itu, anak saya tidak pernah berkata jotok sampai menyebutkan alat vital cewe segala, kang," herannya. (mic)  
Bagikan berita ini :
Comments
1 Comments

+ komentar + 1 komentar

25 Mei 2016 01.09

tidak sepadan dengan kenikmatan yang diperoleh. semoga ini menjadi peringatan untuk semua. terima kasih banyak senang bisa mampir di blog anda. info seputar alat bantu sex

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -