Disiksa Majikan, Abdul: Tolong Istri Saya!

KARAWANG, KarawangNews.com - Lagi-lagi persoalan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Karawang bermasalah. Belum lama ini TKW asal Cikampek disiksa majikan. Namun hal sama terjadi pada Eneng Siti Rubaedah Binti Baehaki. TKW asal Kedung Salam, Rt003, Rw008, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur juga mengalami hal serupa dengan Siti Khadijah.

Kepada wartawan, Rabu (23/3/2016), Abdul Hayat menceritakan peristiwa yang dialami istrinya di Abu Dhabi. Menurut Abdul, istrinya sering mengadu kepadanya lewat ponsel selular, bahwa Eneng Siti Rubaedah Binti Baehaki tidak diperlukan baik. Disana Eneng disiksa sang majikan sampai dirinya tidak tahan ingin pulang ke tanah air.

"Istri saya sering ngadu lewat telepon. Dirinya di jambak, disiram air cabe, dipukul sampai didorong-dorong. Tolong istri saya, saya ingin dia pulang dengan selamat ke Indonesia, " katanya dengan nada cemas.

Eneng menjadi TKW berangkat pada April 2015 melalui PT Prima Syifa Nusantara, Codet, Jakarta Timur, Jalan Anggur Nomor 117. Pasalnya dia bisa berangkat melalui PT tersebut atas rekomendasi dari pejabat Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk disalurkan menjadi TKW ke Abu Dhabi.

"Sekarang sudah satu tahun di Abu Dhabi. Gajinya juga dibayar tidak sewajarnya. Dari Rp2,8 juta, Rp1,8 juta sampai Rp2 juta. Pokonya tidak sewajarnya," kata Abdul.

Abdul juga mengaku pernah melaporkan kepada Disnaketrans Januari 2016 lalu atas peristiwa yang menimpa istrinya. Namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut dari intansi ketenagakerjaan tersebut.

"Kata orang Disnaker sih suru tunggu saja. Mau sampai kapan saya nunggu? Istri saya disana disiksa terus-terusan sampai berat badan turun 40 kilogram," ungkapnya.

Bahkan, lanjutnya, memberikan kabar juga kepadanya secara diam-diam dikamar mandi. Jika diketahui sang majikan melaporkan atas perbuatan tersebut, istri Abdul disiksa lebih parah lagi.

"Maka itu, saya sudah tidak tahan lagi supaya pulang saja ke Indonesia. Saya minta tolong agar pemerintah bisa bantu kepulangannya," lanjutnya.

Selain itu, pejabat Disnakertans menyarankan Abdul agar hubungi PT Prima Syifa Nusantara. Saran itu dirinya lalukan mendatangi perusahaan penyalur TKW.
"Akan tetapi, orang PT hanya menjawab istri saya kabur, makanya disiksa oleh majikan. Namun saat ditanya ke istri saya langsung dia tidak pernah kabur," bebernya.

Demi keselamatan Eneng, dirinya minta bantuan kepada pemerintah serta pihak lain agar bisa pulang ke Indonesia dengan selamat.

"Saya harap ada bantuan dari pemerintah dan semua pihak. Saya sudah mengeluarkan modal habis Rp2,6 juta kepada oknum, dengan alasan buat orang Imigrasi untuk beli tiket pulang istrinya, tapi sia-sia saja tidak ada hasil," pungkasnya. (oca)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -