Toyota Terus Bangun Tenaga Profesional

JAKARTA, KarawangNews.com - PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melakukan program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam membangun SDM manufaktur berketerampilan tinggi. Toyota memegang teguh filosofi untuk mengembangkan karyawan sebelum mengembangkan produk.

Dijelaskan General Manajer Toyota Institut Indonesia, Afien Wibawa dan General Manajer Eksternal Affairs Division TMMIN, Teguh Trihono di Jakarta, Jumat (12/2/2016) siang, pembuatan mobil tidak akan dimulai sebelum Toyota melatih dan mendidik karyawannya. Toyota Indonesia menjalankan berbagai kegiatan pelatihan dan pendidikan untuk lebih meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan kemampuan karyawan.

Selain itu, sesuai dengan semangat memberikan kontribusi kepada bangsa, Toyota Indonesia juga melakukan program-program pengembangan SDM di luar lingkup perusahaan, baik di rantai bisnis seperti para pemasok lokal maupun generasi muda Indonesia pada umumnya.

Aktivitas pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan SDM di Toyota Indonesia terdiri dari beragam pelatihan yang tersedia bagi seluruh karyawan disemua level. Untuk mendukung aktivitas-aktivitas pelatihan ini, Toyota Indonesia mendirikan pusat-pusat pelatihan yang bernama Toyota Learning Center (TLC).

Saat ini, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia memiliki 3 Learning Center yang berada di lokasi pabrik-pabriknya di Sunter, Karawang Plant 1 & 2, serta di Karawang Plant 3 yang rencananya akan dibuka pada semester pertama tahun 2016. Setiap TLC di TMMIN mampu mengakomodasi lebih dari 5.000 peserta per tahunnya.

Selain untuk mendukung pelatihan bagi karyawan Toyota Indonesia, fasilitas TLC saat ini memiliki kerjasama dengan para pemasok lokal Toyota Indonesia untuk membangun Master Trainer yang diharapkan akan menularkan ilmu yang didapat kepada rekan-rekannya.

Toyota Indonesia juga bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja, SMK dan Karang Taruna di sekitar lokasi pabrik untuk melakukan kegiatan Lembaga Pelatihan Kerja di TLC yang ditujukan bagi para pencari kerja di sektor industri manufaktur otomotif. Fasilitas TLC diharapkan bisa menjadi jembatan bagi dunia pendidikan untuk menuju dunia industri.

"Toyota sudah melakukan pelatihan mobil sejak tahun 70, ini menarik karena tantangannya membangun anak-anak bangsa yang disiapkan untuk menghadapi persaingan kedepan," kata Afien Wibawa.

Karawang TMMIN Learning Center

Diketahui, fasilitas pelatihan seluas 3.700 meter persegi  berlokasi di area Pabrik TMMIN Karawang, diresmikan dan mulai beroperasi pada tanggal 10 Mei 2012. TMMIN merancang kurikulum training menyeluruh tidak hanya mengenai proses produksi melainkan juga aspek pendukung lainnya seperti pengetahuan standar keselamatan  kerja. TMMIN menanamkan investasi sebesar Rp 23 miliar untuk membangun fasilitas ini.

TMMIN Learning Center memiliki 266 trainer atau pengajar yang telah memegang sertifikasi Toyota global dan regional. Pusat pelatihan ini memiliki fasilitas unggulan, yaitu simulasi dinamis yang dilengkapi dengan mini production line. Dengan mini production line, peserta training dapat berlatih dan merasakan aktivitas produksi seperti berada di dalam pabrik sungguhan. Selain simulasi dinamis, TMMIN Learning Center dilengkapi juga dengan ruang kelas dan perlengkapan simulasi statis.

Selama 4 tahun beroperasi, fasilitas TLC juga telah digunakan oleh komunitas di sekitar Karawang dan Jawa Barat. Tercatat sebanyak lebih dari 400 orang yang berasal dari 2 BLK, 19 SMK dan 2 Karang Taruna telah menjalani pelatihan di TLC.

Sementara ini  institusi dan komunitas yang telah menggunakan fasilitas TLC diantaranya Balai Latihan Kerja di Karawang dan CEVEST Bekasi. Sedangkan Sekolah Menengah Kejuruan diantaranya SMKN 1 Karawang, SMKN 1 Cikampek, SMK PGRI Telagasari Karawang, SMK Binakarya 2 Karawang dan SMK Negeri 1 Rengasdengklok.

Selain itu, SMK PGRI Jatisari Cikampek pun menggunakan fasilitas TLC, termasuk SMK TI Muhammadiyah Cikampek, SMK Texar Klari, SMK Negeri 1 Cilamaya, SMK Sunan Gunung Jati Karawang, SMK Iptek Cilamaya, SMK Jayabeka 1 Karawang, SMK PGRI Cikampek, SMK Jayabeka 2 Karawang, SMK Tri Asyifa Cikampek, SMK Nurul Ansor Rengasdengklok, SMK Mitra Karya Cikampek,  SMK PGRI Cilamaya dan SMK Ristek Karawang. Selain BLK dan SMK, di Kabupaten Karawang ada dua Karang Taruna yang juga difasilitasi TLC.

Untuk mendukung TLC ini, beragam kurikulum pelatihan  ditawarkan oleh TLC dengan fokus pada kurikulum dasar-dasar budaya industri yang terbagi dalam 3 kategori yaitu pengetahuan, keterampilan dan pola piker.

Pertama, kurikulum Pengetahuan (Knowledge), yaitu Kesadaran Keselamatan (Safety Awareness), program pendidikan peningkatan pemahaman pentingnya membuat lingkungan dan perilaku yang aman. Kemudian Lingkungam (Environment), program pendidikan untuk peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekitar sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Juga, Kualitas (Quality), program pendidikan untuk memberikan pemahaman bagi peserta untuk selalu menjaga kualitas produk yang dihasilkan dengan tidak menerima, tidak membuat, dan tidak meneruskan cacat. Lalu, Ide Kreatif dan Saran (Creative Idea and Suggestion),  program pendidikan untuk memberikan pemahaman bagaimana seluruh peserta juga diajak berpikir secara aktif untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan kerjanya dengan mengedepankan perbaikan yang terus-menerus.

Sistem produksi ala Toyota yang mengedepankan prinsip-prinsip Just In Time dengan memberikan produk ketika dibutuhkan, sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dan Build in Quality (BIQ) dengan memberikan produk yang berkualitas baik.

Kurikulum kedua yaitu, Keterampilan (Skill), para peserta didik diharapkan dapat melatih keahliannya untuk dapat menerapkan prinsip-prinsip Toyota khususnya bagaimana dapat menghasilkan produk yang sesuai standar dalam waktu yang sudah ditetapkan. Keterampilan yang diberikan yaitu Pengepresan (Press), Pengelasan (welding), Pengecatan (painting), Perakitan (assembly), Kualitas (quality), Logistik (logistic) dan Pemeliharaan (maintenance).

Kurikulum ketiga yaitu, Pola Pikir (Mindset), para peserta didik juga dididik tidak hanya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga  secara mentalitas untuk mempelajari karakter SDM di bidang industri yang meliputi kedisiplinan, menghargai orang lain, bekerja sama, dan bekerja keras dalam mencapai tujuan.

Selain kegiatan pelatihan, TMMIN juga menyediakan program Praktik Kerja Lapangan bagi siswa SMK di kawasan Karawang dan Jawa Barat. Tercatat sebanyak lebih dari 280 orang siswa telah menjalani kegiatan PKL di TMMIN.

Sementara ini   SMK yang terdaftar telah mengikuti program PKL di TMMIN yaitu, SMK Iptek Cilamaya, SMK Mathala Ul Anwar Pakisjaya, SMK Tri Asyifa Cikampek, SMK Rosma, SMK Texmaco Purwasari, SMK Korpri Karawang, SMK Telagasari, SMK Plus Laboratorium Indonesia, SMK Texar Klari Karawang, SMK PGRI 2 Karawang, SMKN 3 Karawang, SMK TI Muhamadiyah Cikampek, SMKN 1 Karawang dan SMKN 2 Karawang.

Toyota Indonesia Academy (TIA)

Saat ini Toyota Indonesia juga telah mendirikan dan mengoperasikan sebuah akademi manufaktur otomotif, Toyota Indonesia Academy (TIA). Akademi manufaktur otomotif besutan TMMIN ini setara dengan pendidikan tingkat  Diploma 1 (D1) bagi para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ingin mendalami keahlian di bidang manufaktur otomotif.

Pada fase awal, TIA mengundang 32 siswa dan siswi dari 14 provinsi di Indonesia untuk belajar di gedung TIA dan tinggal di asrama yang disiapkan khusus. Dari total siswa TIA, sebanyak 6 orang atau sekitar hamper 20% merupakan siswa yang berasal dari Karawang. TMMIN memprioritaskan siswa Karawang untuk bisa memanfaatkan fasilitas TIA ini.

Para siswa-siswi tidak akan dipungut biaya dengan harapan bahwa dengan mengeliminasi pertimbangan latar belakang ekonomi, TIA dapat menarik siswa-siswi terbaik untuk mengembangkan keahlian manufaktur otomotif mereka.

Dalam pengembangannya, TIA menargetkan akan menyerap 100-150 peserta didik setiap tahun sehingga dalam 10 tahun mendatang diharapkan dapat mencetak paling sedikit 1.000 tenaga ahli di bidang manufaktur otomotif yang siap terjun ke dunia industri.

TIA direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2016. TMMIN menginvestasikan dana sebesar Rp 70 miliar untuk mendirikan fasilitas ini.

Program Pembangunan SDM Toyota Indonesia Lainnya
Toyota juga memiliki beberapa kegiatan pembangunan SDM lainnya, antara lain Quality Control Circle (QCC) atau Gugus Kendali Mutu. Salah satu program unggulan di Toyota adalah Quality Control Circle (QCC) atau Gugus Kendali Mutu yang berfungsi ganda sebagai wadah aktualisasi diri dan di saat yang bersamaan memberikan kesempatan bagi seluruh karyawan Toyota Indonesia untuk berperan serta secara aktif dalam pengembangan perusahaan.

Melalui QCC ini, Toyota Indonesia berupaya membangun karyawan-karyawan yang ahli, terampil, dan kritis, yang terbiasa untuk mengidentifikasi masalah dan bekerjasama dalam upaya penanggulangan masalah tersebut. Dari program ini pula Toyota Indonesia membentuk pola pikir engineer atau rekayasa di semua lapisan karyawan, sehingga perbaikan secara terus menerus menjadi jiwa dari karyawan dan dapat terjadi di semua lini.  

QCC juga merupakan sarana untuk transfer keahlian dan keterampilan karena setiap peserta mendapat bimbingan dari para senior dan nantinya mereka diharapkan akan memberikan bimbingan kepada rekan juniornya.  

Budaya QCC diperkenalkan di lingkungan Toyota sejak tahun 70-an seiring dengan perkembangan pembangunan pabrik-pabrik Toyota di Indonesia yang menuntut adanya perbaikan terus-menerus di segala bidang. Kegiatan QCC di Toyota Indonesia ini tidak lepas dari tata nilai Toyota Way, yang pertama adalah respect dimana diejawantahkan dengan pengembangan kerjasama dan menghargai terhadap keunikan setiap individu.

Serta yang kedua continuous improvement yang dimanifestasikan dalam bentuk berupaya tak kenal lelah melakukan perbaikan walaupun hanya memiliki peluang keberhasilan hanya 1%, karena yang dinilai adalah etos bagi pengembangan diri. Kegiatan ini juga ditularkan kepada para pemasok lokal Toyota Indonesia melalui kerjasama erat dengan Toyota Manufacturers Club (TMClub).

Dimulai pada awal 2000-an, TMClub secara rutin menyelenggarakan Kaizen Festival yang merayakan aktivitas QCC di antara anggota-anggotanya.

Inti dari QCC adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi member perusahaan di segala level untuk bisa berkontribusi bagi perusahaan dengan ide inovasi yang dihasilkan sehingga proses perbaikan di perusahaan tidak selalu bersifat Top-Down tetapi juga bottom-up dengan adanya partisipasi aktif setiap karyawan dalam setiap proses perbaikan.

Tujuan utama QCC adalah bagaimana perusahaan mengakomodasi partisipasi karyawan dalam hubungan industrial dengan dasar saling menghargai dan saling percaya, memelihara kerjasama tim, serta mempromosikan pemahaman karyawan terhadap KPI (Key Performance Indicator) perusahaan. Intinya, perbaikan kualitas produk ataupun jasa berpusat pada karyawan yang terampil.

Dalam  implimentasinya, QCC melibatkan seluruh karyawan pelaksana langsung baik yang membuat produk di lini produksi maupun yang menghasilkan jasa atau servis, serta atasan yang memberikan bimbingan sebagai salah satu fungsi pengembangan sumber daya manusia di tempat kerja. Dan yang tak kalah penting adalah dukungan dari pihak manajemen perusahaan untuk selalu memberikan perhatian dan penghargaan terhadap pengembangan manusia dan tempat kerja.

Toyota mengalokasikan investasi sekitar 6 miliar rupiah per tahun untuk program ini. Dana ini digunakan untuk memberikan apresiasi kepada para karyawan dengan ide terbaik, pelatihan, ekshibisi serta konvensi tingkat nasional maupun internasional. QCC di Toyota Indonesia telah meghasilkan lebih dari 990 group tema pertahun, dan kurang lebih 15 ribu ide individu perbaikan setiap bulannya.

Global Development Program

Toyota Indonesia juga terus berusaha meningkatkan kemampuan karyawannya termasuk para insiyur lokal dengan cara mengirim mereka untuk belajar dan membagi ilmu mereka di perusahaan-perusahaan Toyota lain termasuk ke Toyota Motor Corporation di Jepang.

Tidak kurang dari 150 engineer Toyota Indonesia ikut terlibat dalam pengembangan Kijang Innova baru bersama-sama dengan rekan-rekan global mereka. Program yang diberi nama ICT (Intra Company Transferee)tidak hanya diperuntukan bagi para insinyur ataupun karyawan yang terlibat dalam proses produksi, tetapi juga diberikan untuk seluruh karyawan Toyota di segala bidang seperti keuangan, personalia, Public Relations, dan lain sebagainya.

Toyota juga memberikan kesempatan bagi para karyawan di segala level untuk mengikuti pelatihan/training internal atau eksternal berskala nasional, regional ataupun global. Selain itu Toyota juga melakukan sertifikasi bagi para ahli dibidangnya.
Anggota dari Toyota Indonesia juga aktif berpartisipasi dalam kontes keterampilan di tingkat domestik, regional dan global. Pada bulan Agustus 2015, anggota Toyota Indonesia memenangkan medali perak dan perunggu di Kompetisi World Skills ke-43.

Jishuken

Toyota Indonesia bekerja sama secara erat dengan pemasok lokal untuk tumbuh dan selalu meningkatkan kualitas dan daya saing global sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Salah satunya adalah dengan mendedikasikan sebuah fungsi yang khusus menangani isu pengembangan supplier.

Melalui program 'Jishuken', yang berupa  pendampingan terhadap pemasok, pelatihan SDM dilakukan untuk meningkatkan standar keselamatan, kualitas, efisiensi, dan pengiriman di perusahaan pemasok agar dapat setara dengan standar Toyota global. Selain itu, apresiasi diberikan kepada para pemasok yang dianggap berhasil melakukan perbaikan-perbaikan yang terus-menerus.

Program CSR berbasis Pendidikan

Toyota Indonesia juga aktif dalam kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) di bidang pendidikan untuk membangun SDM Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai program Toyota Eco Youth (TEY) hingga Yayasan Toyota & Astra (YTA). TEY merupakan kontes perbaikan lingkungan hidup tingkat sekolah menengah atas yang bertujuan membangun cara berpikir dan inisiatif para siswa.

Sementara itu, YTA adalah salah satu wadah yang mendukung pembangunan SDM Indonesia melalui sejumlah aktivitas, mulai penyaluran beasiswa hingga peningkatan peralatan praktik, mulai sekolah keterampilan sampai perguruan tinggi, dengan harapan agar siswa atau mahasiswa dapat lebih memahami berbagai aspek teknologi produk industri otomotif.

Menuju Dunia Industri

Dengan begitu, Toyota berupaya memenangkan perdagangan bebas dengan industri yang kuat. Berbagai kebijakan tenaga kerja Indonesia akan didorong untuk dapat memenuhi kepentingan industri, termasuk di bidang otomotif, seperti penciptaan tenaga kerja yang berdaya saing tinggi, mampu meningkatkan produktivitas industri sehingga dapat mendukung Indonesia di pasar bebas tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa bagi industri, nilai inti dalam upaya meningkatkan daya saing ada dalam pembangunan SDM.

Pemikiran inilah yang mendasari Toyota Indonesia untuk melakukan program pengembangan SDM untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam membangun SDM manufaktur berketerampilan tinggi. Toyota memegang teguh filosofi untuk mengembangkan karyawan sebelum mengembangkan produk, ini dilatar belakangi oleh keyakinan para pemimpin di Toyota yang dikutip oleh Eiji Toyoda, 'Manusia adalah bagian paling penting dan menentukan jatuh bangunnya Toyota'. (**/spn)

foto: net.
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -