GMNI Karawang Tolak Alih Fungsi RDB

KARAWANG, KarawangNews.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Karawang demo ke kantor Bupati Karawang, Kamis (18/2/2016) siang, mereka menolak alih fungsi Rumah Dinas Bupati (RDB) yang akan dijadikan pendopo bagi masyarakat umum dan pemerintahan.

Koordinator lapangan (korlap) aksi, Ito Takawada mengatakan, GMNI Karawang menolak keras alih fungsi RDB dengan alasan apapun. Diketahui, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana enggan menempati RDB dengan alasan mistik.

"Bupati Karawang tidak mau menempati RDB karena ada siluman ular. Katanya, siluman ular itu bisa bikin jabatan Bupati Cellica tak bisa bertahan lama. Ini kan aneh, mistik dijadikan alasan, tidak logis," ujarnya.

Jika memang ingin melestarikan budaya dan seni Karawang, lanjut Ito, sebaiknya anggaran alih fungsi itu dialokasikan untuk pengembangan Kampung Budaya, di Jalan Interchange, Karawang Barat. Selain strategis, Kampung Budaya memang sejak awal diproyeksikan untuk pelestarian dan pengembangan seni-budaya Karawang.

"Kalau ingin lestarikan budaya, ya di Kampung Budaya, itu memang sudah tempatnya. Jangan takut dengan mitos tersebut," tegasnya.

Ito pun mengendus adanya niatan bancakan anggaran dari wacana alih fungsi RDB. Sebab, Pemkab Karawang harus membangun satu rumah dinas baru jika wacana alih fungsi itu disetujui.

"Logikanya, jika Cellica enggan menempati RDB, maka dia akan tinggal di RDWB (Rumah Dinas Wakil Bupati). Kemudian Jimmy (Wakil Bupati Karawang) akan menempati RDS (Rumah Dinas Sekda). Jadi Sekda pun harus dibuatkan rumah dinas baru. Saya curiga pasti ada apa-apanya, karena anggarannya pasti miliaran rupiah," ujar Ito.

Tak lama berdemo di depan kantor bupati, para aktivitas GMNI ini masuk ke ruang rapat wakil wupati dan diterima Wakil Bupati, Ahmad Jimmy Zamakhsyari.

Disampaikan Jimmy, saat ini belum ada pendopo di Karawang yang dapat di jadikan sarana pemerintah dan masyarakat untuk bertemu dan berdialog. Untuk itulah semoga dengan dibangunnya pendopo dapat memenuhi hal tersebut.

Masyarakat boleh mengkritik pemerintah dan memberikan saran sesuai yang sedang di kerjakan oleh pemerintah. Diakui Jimmy, setiap kebijakan pastilah ada pro-kontra, tapi pemerintah menerima setiap masukan dan saran dari masyarakat Karawang tentang apa yang sedang dilaksanakan, khususnya dari aktivis mahasiswa ini.

Dalam dialog ini, GMNI menyampaikan kepada Jimmy, agar setiap kebijakan yang akan di laksanakan pemerintah hendaknya mengarah kepada kepentingan masyarakat umum bukan hanya pribadi. Selain itu, pemerintah juga harus menentuka skala prioritas agar setiap kegiatan maupun anggaran yang di gelontorkan tidak salah sasaran. (**)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -