Elpiji 3 Kg Langka Akibat Minim Pengawasan Pemerintah Daerah

KARAWANG, KarawangNews.com - Forum Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM)  Kabupaten Karawang, mendesak pemerintah daerah setempat mengoptimalkan pengawasan pendistribusian gas elpiji ukuran 3 kilogram.

"Banyak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga mengeluhkan kelangkaan elpiji 3 kilogram. Peristiwa kelangkaan elpiji bersubsidi itu jelas merugikan konsumen," kata Ketua Forum LPKSM Karawang, Eddy Djunaedy, Minggu (21/2/2016).

Sesuai dengan temuan di lapangan dan laporan masyarakat yang diterima Forum LPKSM Karawang, kelangkaan gas elpiji tersebut sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Ia mengaku heran dengan kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram, karena elpiji itu merupakan barang bersubsidi yang kuotanya sudah jelas dipenuhi pemerintah.

"Sebagai barang bersubsidi, elpiji 3 kilogram hanya untuk orang miskin, tetapi kenyataan di lapangan, banyak masyarakat mampu tetap menggunakan gas elpiji bersubsidi. Bahkan, elpiji 3 kilogram banyak
digunakan masyarakat untuk usaha," kata dia.

Dia menilai, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram itu akibat minimnya pengawasan dari pemerintah daerah setempat. 

Untuk itu, Forum LPKSM Karawang mendesak pemerintah daerah mengoptimalkan pengawasan pendistribusian gas elpiji 3 kilogram.
   
Ia juga meminta pemerintah pusat menata ulang regulasi pendistribusian elpiji bersubsidi. Sebab, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram seringkali terjadi di berbagai daerah luar Karawang.
   
"Pengawasan tentang pendistribusian elpiji 3 kilogram ini harus terintegrasi antara pemerintah daerah dengan pusat," kata dia.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi Karawang Hanafi, sebelumnya mengakui lemahnya pengawasan pendistribusian gas elpiji 3 kilogram, sehingga terjadi kelangkaan di sejumlah daerah sekitar Karawang.

"Pengawasan kita memang masih lemah, karena tidak ada anggarannya," kata dia.

Ia menyatakan, sebenarnya sudah ada tim pengawasan pendistribusian gas elpiji 3 kilogram yang anggotanya terdiri atas jajaran pemerintah daerah dan Hiswana Migas, tetapi masih belum maksimal pengawasannya, sehingga di lapangan masih terjadi kelangkaan gas elpiji yang
merupakan barang bersubsidi tersebut.
   
Di antara penyebab masih lemahnya pengawasan pendistribusian gas elpiji 3 kilogram tersebut ialah karena belum ada anggaran khusus untuk melakukan pengawasan.

Pada dasarnya kuota gas elpiji 3 kilogram selama sebulan itu mencukupi, tetapi di sejumlah daerah sekitar Karawang sering terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.

Kelangkaan gas elpiji tersebut diakuinya bukan karena kuotanya yang kurang, tetapi karena pendistribusiannya yang salah sasaran.

Rata-rata kebutuhan gas elpiji di 30 kecamatan sekitar Karawang mencapai 1,8 juta tabung per bulan. Kini kuotanya ditambah hingga mencapai 1,9 juta tabung per bulan. (aa)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -