Laporan Enan Mulai Diproses Mabes Polri

JAKARTA,KarawangNews.com - Bareskrim Polri mulai menindaklanjuti laporan H. Enan Supriatna yang melaporkan Dadang S. Muchtar dalam delik pencemaran nama baik. Pada Rabu (27/1/2016) siang, Enan Supriatna dipanggil Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan sebagai saksi pelapor didampingi kuasa hukumnya, Rizal Fadilah di ruang Pidum Bareskrim lantai II.

Seperti diketahui, Dadang S. Muchtar resmi dilaporkan oleh Enan Supriatna kepada Bareskrim Mabes Polri atas kasus pencemaran nama baik, sebagaimana tanda bukti pelaporan nomor TBL/26/I/2016/Bareskrim pada Selasa (12/1/2016) lalu.

"Laporan H. Enan mulai diproses Mabes Polri, hari ini H. Enan dipanggil sebagai saksi pelapor dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi pelapor," kata Rizal Fadilah, di sela BAP tersebut.

Dia menjelaskan, tuntutan kliennya ini unsurnya kena, jika dikaitkan Pasal 310. Sehingga, sementara ini unsur tersebut terpenuhi untuk ditindaklanjuti Mabes Polri, sebab pemecatan Enan Supriatna tidak sesuai dengan aturan, diantaranya memberhentikan tidak sesuai aturan AD-ART dan Peraturan Organisasi (PO).

Juga melarang Enan Supriatna menggunakan nama dan atribut partai dan Dadang S. Muchtar telah menyebarkan secara luas pemecatan sepihak itu kepada Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kabupaten Karawang.

Setelah saksi pelapor pertama diundang, dalam hal ini Enan Supriatna, dalam waktu dekat Mabes Polri akan memanggil saksi-saksi dari PK. Diakui Rizal, kasus ini akan berlanjut terus, hingga terlapor Dadang S. Muchtar diperiksa Mabes Polri. Namun begitu, pemanggilan Dadang S. Muchtar yang saat ini masih menjabat anggota DPR RI harus dengan ijin Presiden RI, Joko Widodo.

"Mabes Polri akan meminta ijin ke Presiden RI, jika 30 hari tidak ada ijin atau respon dari presiden maka Mabes Polri akan memanggil Dadang S. Muchtar melalui ketua DPR," jelasnya.

Selain itu, kuasa hukum H. Enan ini akan memberikan bukti-bukti berupa arsip kora yang sudah tersebar di media massa daerah dan nasional. Bukti-bukti itu tak hanya diketahui para pengurus PK, tetapi memang sudah diketahui publik.

Sementara itu, Enan Supriatna menyatakan, BAP tadi lebih kepada ranah pribadi, yaitu soal pencemaran nama baik. Dia dan kuasa hukumnya akan terus melihat bagaimana proses hukum ini selanjutnya di Mabes Polri maupun kasus perdata yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang.

"Kita akan terus melihat bagaimana kesaksian PK yang akan jadi saksi ke Mabes Polri, kita juga akan menunggu proses PN Karawang, yang pasti proses hukum ini terus bergulir," jelasnya.

Diakuinya, sebelum melapor ke Mabes Polri, dia sudah punya itikad baik sejak awal pecah konflik di DPD Partai Golkar Karawang ini, itikad baik itu pun sudah dia lakukan mediasi melalui surat ke DPP Partai Golkar dan somasi yang justru tidak digubris terlapor, Dadang S. Muchtar.

"Sekarang tinggal menunggu proses saja, minggu depan akan ada sidang mediasi di Pengadilan Negeri Karawang. Kita menunggu semua proses itu dan nanti ujungnya tetap akan ke pengadilan. Dalam perkara ini, saya hanya ingin mencari keadilan, tidak untuk yang lainnya," kata dia. (spn)







Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -