Kantor Disdikpora Dikepung Wartawan

KARAWANG, KarawangNews.com - Buntut pengancaman pejabat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang terhadap wartawan Harian Fakta Jawa Barat, puluhan wartawan dari berbagai media massa mengepung kantor Disdikpora Karawang, Jumat (22/1/2016).

Wartawan Fakta Jabar bernama Heri yang mendapat ancaman dari Kasubag Kepegawaian Disdikpora Karawang AD. Wibawa, akan melapor ke Polres Karawang.

Awalnya, AD. Wibawa merasa geram terhadap pemberitaan yang dilakukan Heri terkait periodesasi kepala sekolah. Namun, bukannya menggunakan hak jawab, AD. Wibawa malah mengancam akan membunuh Heri. Ancaman AD. Wibawa disampaikan kepada Dahlan, rekan Heri.

"Sampaikan kepada Heri, dia akan saya bunuh. Kalau saya tidak bisa membunuh, saya bisa menyuruh orang. Saya orang kaya, uang saya banyak. Dia akan bernasib sama dengan adik iparnya," ujar Dahlan, meniru ucapan AD. Wibawa kepadanya.

Seperti yang diketahui, adik ipar Heri menjadi korban pembunuhan oleh enam orang tidak dikenal, beberapa hari lalu.

Ancaman AD. Wibawa bermula saat Dahlan mengunjungi kantornya. Dahlan kemudian menyampaikan ancaman ini kepada Heri. Puluhan wartawan melakukan aksi demonstrasi ke kantor Disdikpora Karawang, menuntut AD. Wibawa mempertanggungjawabkan ucapannya.

"Kepala Disdikpora Karawang harus mundur dari jabatannya karena tidak bisa mengatur bawahannya," tegas Ochim, wartawan Fakta Jabar dalam orasinya. Para wartawan meminta AD. Wibawa dicopot dari jabatannya dan meminta maaf di hadapan wartawan.

"AD. Wibawa mesti dicopot dari jabatannya karena telah menodai proses demokrasi. AD. Wibawa memilih menggunakan cara-cara preman daripada memberikan hak jawab," sambung Faizol Yuhri, wartawan TV Berita.com.

Yuhri meminta insiden pengancaman ini tidak boleh terulang kembali. Makanya, AD. Wibawa harus dihukum seberat-beratnya agar bisa memberikan efek jera terhadap pejabat lain.
Lama menunggu, AD. Wibawa tidak terlihat di kantor Disdikpora. Wartawan kemudian melakukan sweeping ke seluruh ruangan di kantor. Namun, AD. Wibawa tidak ditemukan.

"Kami beri waktu 1x24 jam, kalau AD. Wibawa tidak meminta maaf di hadapan kami semua, kami akan membuat laporan ke Polres Karawang," tegas Eden Kusnaedi, Pimpinan Redaksi Fakta Jabar.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Karawang, Asep Supriatna menyampaikan permintaan maaf secara kelembagaan terhadap wartawan. Ia berjanji akan mengusut tuntas kasus pengancaman ini.

"Akan saya sampaikan kepada pimpinan. Pejabat yang bersangkutan akan saya panggil untuk mempertanggungjawabkan perkataannya," ujarnya.

Di tempat terpisah, Endang Sodikin, anggota DPRD Komisi D yang membawahi bidang pendidikan menyatakan kekecewaannya terhadap AD. Wibawa.

"Jika memang tidak senang dengan pemberitaan, lakukan klarifikasi dan gunakan hak jawab. Pejabat jangan anti terhadap wartawan." Endang juga mengecam tindakan AD. Wibawa.

Hal yang sama juga disampaikan Asep Agustian, atau akrab disapa Asep Kuncir, pengacara Karawang. Ia kaget begitu mengetahui kabar ada wartawan mendapatkan ancaman. Ia tidak habis pikir, seorang pejabat yang bekerja di lingkungan pendidikan membuat pernyataan seperti orang yang tidak berpendidikan.

"Saya akan mengawal proses hukum yang akan ditempuh saudara Heri. Saya siap menjadi pengacaranya, dan siap mengawal sampai akhir," ujar Asep Kuncir. (yuh)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -