DSM Dilaporkan ke Mabes Polri

JAKARTA, KarawangNews.com - Ketua DPD Partai Golkar Karawang juga anggota DPR RI, Dadang S. Muchtar (DSM) resmi dilaporkan ke Mabes Polri oleh H. Enan Supriatna SH dan kuasa hukumnya, HM. Rizal Fadillah, SH, Selasa (12/1/2016) sore di Sentra Pelayanan. Dalam pelaporan itu disebutkan, DSM telah mencemarkan nama baik Enan Supriatna.

Dijelaskan HM. Rizal Fadillah, pelaporan ini sengaja dilayangkan ke Mabes Polri, sebab DSM juga adalah anggota DPR RI. Meski dilaporkan ke Polres Karawang, tetap saja akan ditembuskan ke Mabes Polri. Dengan begitu, dia sengaja mendatangi Mabes Polri untuk menangani kasus kliennya itu.

"DSM anggota DPR RI, sehingga wajar kalau kita mengadukan ke tingkat pusat (Mabes Polri, red), sebab pemeriksaannya melalui ijin Presiden RI dan kami harap presiden menghormati proses hukum, tidak ada alasan untuk tidak mengijinkan," kata dia.

Enan Supriatna dan Rizal Fadillah tiba di Mabes Polri pukul 15.00 WIB, kemudian memberikan berkas pelaporan kasus tersebut di ruang Bareskrim Mabes Polri. Keduanya keluar ruang tersebut sekitar pukul 16.45 WIB dan mengantongi surat Tanda Bukti Lapor Nomor TBL/26/I/2016/Bareskrim.

Dalam surat itu tertulis, berdasar laporan polisi nomor LP/41/I/2016/Bareskrim tanggal 12 Januari 2016 menerangkan, Enan Supriatna telah melapor di Siaga Bareskrim Polri, perkara pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud Pasal 310 KUHP sekitar Oktober 2015. Terlapor adalah Dadang S. Muchtar dan Sekretaris DPD Partai Golkar Karawang, Timi Nurjaman.

Diketahui, laporan ke Mabes Polri ini tindak lanjut somasi dan pelaporan hukum perdata yang dilakukan Enan Supriatna ke ke Pengadilan Negeri Karawang pada Desember 2015 lalu.

Di Pengadilan Negeri Karawang, gugatan hukum sudah terdaftar dengan nomor  84/Pdt.G/2015/PN. Karawang,  tertanggal 2 Desember 2015. Dengan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Karawang ini maka status kasus tersebut sudah menjadi kasus sengketa hukum yang harus diselesaikan secara hukum.

Diketahui, Bendahara DPD Partai Golkar Karawang, H. Enan Supriatna, SH, dipecat dari jabatannya di partai tersebut. Enan dipecat sepihak oleh DSM, karena tidak mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Saan Mustopa-Iman Sumantri, berdasar hasil rapat pleno serta penetapan dan pengesahan DPP Partai Golkar.

Maka, dalam rangka penegakan disiplin organisasi, partai dianggap perlu menjatuhkan sanksi organisasi kepada Enan Supriatna yang telah melanggar disiplin organisasi, karena telah mendukung pasangan calon bupati yang bukan diusung Partai Golkar. 

Sehingga, partai memutuskan, Enan Supriatna diberhentikan sebagai pengurus DPD Partai Golkar Karawang, surat itu mulai berlaku sejak tanggal 15 Oktober 2015 dan ditandatangani Ketua DPD Partai Golkar Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar dan sekretarisnya Timi Nurjaman, SH. 

Namun begitu, Rizal Fadillah menilai, DSM telah melakukan pencemaran nama baik dengan menyebar luaskan kepada seluruh Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se-kabupaten, Enan tidak lagi menjabat di struktur partai, padahal pemecatan itu tidak sah, karena yang berhak memberhentikan jabatan adalah DPW Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, sedangkan pemberhentian anggota adalah kewenangan DPP Partai Golkar. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -