Bupati Baru, Harapan Baru Musik di Karawang

Warga Menulis
Oleh: Ahmad Candra Wijaya
Karyawan swasta, alumni SMK Bina Karya 1 Karawang
Ditulis: Kamis (28/1/2016)

Untuk sekian kalinya saya diberi kesempatan untuk menulis artikel atau opini tentang musik di beberapa media di Karawang, kesempatan ini pun tidak saya sia-siakan begitu saja.

Ya, musik, sebuah paduan nada-nada indah yang disatukan dan jadilah sebuah musik yang kita dengar setiap hari di rumah, sekolah, kantor, tempat ibadah, bahkan ketika kita dalam perjalanan di jalan raya.

Saat ini saya akan membahas tentang geliat dan harapan saya tentang dunia musik di kota lumbung padi, Kabupaten Karawang, yang kita cintai ini. Dari beberapa obrolan saya dengan teman yang sekaligus pelaku musik di Karawang, seperti musisi, event organizer, penyiar radio, MC, guru musik, pemilik studio dan beberapa teman jurnalis  yang sempat beberapa kali meliput pementasan musik, dari tahun ke tahun perkembangan musik di Kabupaten Karawang terus meningkat.

Peningkatan itu dilihat dari jenis musik atau pementasan musik itu sendiri. Mulai era tahun 2000-an yang sedang 'booming' musik Pop Rock, lalu bergeser di tahun 2005-2009 yang sempat meledak Pop Melayu, berlanjut di tahun 2010-2011 yang terjadinya demam Pop Punk atau yang biasa disebut Punk Melodic di kalangan pelajar sekolah.

Kemudian mencetusnya virus Reggae yang tersebar hampir seantero Karawang, di tambah bertahan kokohnya jenis musik Metal di kalangan urban Karawang, serta idealisnya para Mahasiswa yang rutin mengadakan pagelaran musikalisasi puisi di beberapa tempat di Karawang. Juga pementasan Live DJ yang akhir-akhir ini sering diadakan.

Dengan berkembang pesatnya Kota Karawang dari tahun ke tahun ditambah membludaknya para pendatang untuk mengadu nasib di Kota ini, sangat memungkinkan Karawang akan menyamai Kota-kota besar seperti halnya Bandung dan Jakarta dalam mengadakan pagelaran musik kedepannya.

Ini merupakan salah satu hal yang lambat laun pasti akan terjadi dan perekonomian akan berputar cepat, Sumber Daya Manusia (SDM) yang setiap tahunnya selalu meningkat dan kesadaran akan suatu hiburan menjadi tolak ukur Karawang pada tahun 2016 ini. Kedepanya Karawang mungkin akan di banjiri dengan event-event yang tinggi frekuensi terlaksananya.

Namun di balik itu semua, Karawang juga memiliki kesenian tradisional yang patut dibanggakan, diantaranya kesenian Rampak Gendang, Angklung, alunan Rumpun Bambu yang tidak kalah istimewanya dengan musik-musik modern masa kini. Inilah salah satu hal yang membuat kesenian tradisional dan musik modern bisa berjalan bersamaan di daerah ini.

Semoga dengan terpilihnya dr. Cellica Nurrachadiana dan Ahmad Zamakhasyari sebagai bupati dan wakil bupati Karawang terpilih, perhatian dan kepedulian akan perkembangan kesenian tradisional dan musik modern tetap dipertahankan atau bahkan ditingkatkan lagi.

Hal ini didukung dengan bukti-bukti pertemuan saya dengan Teh Celli panggilan akrab Cellica, di beberapa pentas musik, seperti konser Iwan Fals di Lapangan Yonif 305, Konser Opick dan Melly Goeslaw di salah satu pusat perbelanjaan, juga pementasan-pementasan musik lainya yang tidak bisa saya sebutkan semuanya.

Saya berharap bupati dan wakil bupati yang terpilih dapat mendukung kemajuan Karawang khususnya di dalam bidang musik. Dengan cara ikut andil dalam melahirkan bibit-bibit baru dengan seringnya menggelar festival seni antar sekolah atau antar Desa sekalipun jika memang dibutuhkan.

Selain itu, memfasilitasi sarana pra sarana yang dibutuhkan, seperti membangun gedung pementasan khusus musik yang besar dan bisa menampung banyak penonton, seperti Jakarta Convention Center (JCC) dan Balai Sarbini di Ibu Kota.

Sebab, pada kenyataannya Karawang begitu banyak menyimpan talenta-talenta seni , khususnya musik baik yang berdomisili di daerah kota atau di pelosok-pelosok pedalaman. Alangkah indahnya bukan, jika Karawang di setiap minggunya terdapat pementasan musik yang penampilan genre musik yang berbeda-beda di setiap minggunya dan tentunya menampilkan putra-putri terbaik di kota ini sebagai pengisi acaranya.

Demikian tulisan ini saya buat, dengan tidak ada maksud untuk menggurui atau menyudutkan siapa pun di dalamnya. Saya adalah warga Perumahan Puri Telukjambe, walaupun bukan asli Karawang, tapi saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan kota lumbung padi ini.

Karawang yang dikenal luas sebagai kota padi di seluruh Indonesia, ternyata memiliki potensi seni yang tak kalah dengan kota-kota besar. Kita sebagai warganya berharap bupati terpilih dapat memfasilitasi dan mendukung semua kegiatan kesenianya, khususnya di bidang musik. Maju terus kota Karawang. (*)











Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -