Peran Perempuan di Eksekutif dan Legislatif Belum 30%

KARAWANG, KarawangNews.com - Kamis (17/12/2015) pagi, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Karawang menggelar pelatihan kepemimpinan dan pelantikan pengurus periode 2015-2019. Di acara pembukaan, Ketua KPPI Karawang, Sri Rahayu Agustina menegaskan, perempuan Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa, tetapi hingga kini belum terakomodir 30% di ranah eksekutif dan legislatif.

Kata dia, di Indonesia kiprah kaum perempuan sudah mengalami kemajuan yang luar biasa, hampir di seluruh bidang sudah ada perempuannya. Dia mencontohkan, banyak kaum perempuan yang menjadi kepala desa, camat, bupati, walikota, gubernur, hakim, polisi, pilot, politikus, pelaku bisnis hingga presiden.

"KPPI sebagai insan politisi, tentunya harus memberikan masukan dan saran di partai politik. Sebab, perempuan bukan hanya sekedar pelengkap, tetapi memiliki kemampuan yang sama seperti kaum laki-laki," kata Wakil Ketua I DPRD Karawang ini, dalam pidatonya di aula resto Indo Alamsari, Karawang Barat.

Di tempat sama, Ketua KPPI Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. Ningsih MM, menyatakan, pengurus KPPI harus pengurus partai politik dan mendapat rekomendasi dari ketua partai politik masing-masing. Dia meminta KPPI Karawang agar melaksanakan rapat kerja untuk menentukan kerja jangka pendek dan jangka panjang.

Kata Nining, dalam kiprahnya, perempuan-perempuan yang luar biasa tetap harus menghormati suami sebagai pemimpin keluarga. Sebab, pemimpin keluarga tetap disandang suami, sehingga perempuan harus mampu menjadi dirinya membangun keluarga yang baik.

"Tidak ada undang-undang yang diskriminatif, yang mengkotak-kotakan (gender, red) hanya kita sendiri," kata dia.

Sementara itu, Plt. Bupati Karawang juga Ketua DPD Partai Demokrat Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana mengatakan, semua pembangunan, tidak luput dari peran perempuan. Kaum perempuan ini punya peran penting di nasional dan daerah.

"Wanita punya ketulusan dan keindahan dibanding kaum pria," ujarnya.

Selain berpolitik, di ranah keluarga, wanita yang ditinggal suaminya masih tetapi bisa membesarkan anak-anaknya, sehingga wanita tak hanya berkarir, tetapi bisa membangun keluarganya.

Ditegaskannya, sehebat apapun wanita, jika dia tidak masuk organisasi, maka sia-sialah pemikiran wanita itu, sebab tidak bisa menyalurkan kemampuannya untuk khalayak lebih banyak.

Menanggapi Ketua KPPI Karawang soal 30% kiprah perempuan di eksekutif dan legislatif, Cellica menjawab, di Kabupaten Karawang sudah ada 4 camat wanita. Cellica mengaku berusaha mewujudkan harapan KPPI, yaitu ada keterwakilan wanita, ini sesuai kompetensi dan kemampuan.

"Besok, yang bekerja (di eksekutif, red) adalah orang yang bekerja keras dengan saya, sehingga ada perkembangan untuk kemajuan Kabupaten Karawang," kata calon bupati terpilih periode 2015-2020 ini.

Kata dia, masyarakat percaya kepada saya untuk mengemban amanah dan ini akan dijaga sebaik-baiknya. Cellica menjamin, mereka tidak akan menyesal karena telah memilih permpuan seperti dirinya untuk jadi bupati Karawang. Diakuinya, kepemimpinan yang akan dilakukannya akan senantiasa ikhlas, tawadhu dan rendah hati.

"Jangan memandang perbedaan (gender, red), tetapi bekerja dengan kecintaan untuk Karawang," kata Cellica. (spn)











Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -