Pengangguran Pemicu Kerawanan Sosial

Warga Menulis
Oleh: Haris Azhari
Alamat: Jln. Ahmad Yani, Karawang
Ditulis: Jumat (4/12/2015)


PENGANGGURAN merupakan masalah besar yang tidak hanya terjadi di negara berkembang, juga negara-negara maju, meski demikian tingkat pengangguran di negara-negara berkembang pada umumnya lebih tinggi.

Pengangguran mempunyai dampak negatif, tidak hanya pada masalah ekonomi, tetapi menjadi pemicu kerawanan sosial. Bagaimana dengan negara kita Indonesia?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam kurun waktu 1 tahun, tingkat pengangguran di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 300 ribu jiwa. Selama Agustus 2014 hingga Februari 2015 angka meningkat mencapai 210 ribu jiwa.

Persoalan pengangguran tidak hanya menjadi momok menakutkan bagi pemerintah pusat, tetapi persoalan ini dirasakan juga oleh pemerintah daerah seperti Karawang.

Secara geografis Kabupaten Karawang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor, Subang, Purwakarta dan Kabupaten Cianjur.

Selain terkenal sebagai wilayah lumbung padi, Karawang juga terkenal sebagai kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara. Namun, pamor sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara tersebut berbanding terbalik dengan angka pengangguran yang sampai saat ini masih tinggi. Sungguh ironis bukan?!

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto beberapa hari yang lalu mengatakan di salah satu media massa, selama tahun 2015 ini angka pengangguran sekitar 114 ribu orang. Angka penganggurannya memang masih tinggi.

Bisa dikatakan, angka pengangguran sebanyak 114 ribu orang itu, terbilang masih masih cukup tinggi, karena sebagai kawasan industri, seharusnya Pemda Karawang mampu meminimalisir jumlah pengangguran yang setiap tahun selalu mengalami peningkatan.

Jika hal ini tidak segara diatasi, maka pengangguran akan terakumulasi dari tahun ke tahun dan akan menjadi permasalahan tersendiri bagi Pemda Karawang. Untuk itu, selain memberikan modal keterampilan dan meningkatkan mutu pendidikan, Pemda Karawang juga harus mempermudah pemberian izin sebuah perusahaan yang akan melakukan investasi.

Sebab, investasi mempunyai arti penting dalam penyerapan tenaga kerja, karena dengan adanya investasi nasional maupun asing, secara langsung akan meningkatkan kegiatan atau menghidupkan kembali sektor riil. Selain itu, dengan adanya investor juga akan menyerap tenaga kerja serta mengurangi penggangguran.

Apalagi jika berkaca pada fenomena yang terjadi di Karawang saat ini, mayoritas pemudanya jarang bersedia terjun ke sektor pertanian dan lebih berharap kerja di sektor industri. (*)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -