Cellica Ngaku Sudah Kaya Sebelum Jadi Wakil Bupati

KARAWANG, KarawangNews.com - Merasa dipojokkan selisih harta kekayaan naik drastis, calon incumbent Cellica Nurrachadiana, mengaku sudah kaya sejak sebelum menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat.

Hanya saja, saat pilkada 2010 Cellica hanya mencamtumkan harta kekayaan sebesar Rp 2 milyar lantaran sungkan kepada Bupati Ade Swara. Sebab, saat itu Ade Swara hanya melaporkan harta kekayaan sebesar Rp 5 milyar.

"Saya sudah kaya sejak dulu. Bukan masalah berbohong dalam melaporkan harta kekayaan saat itu. Akan tetapi etikanya saya menghargai beliau (Ade Swara), masa calon wakil bupatinya melaporkan harta kekayaannya melebihi calon bupatinya," ucapnya, melalui sambungan telepon.

Bahkan, politisi asal Partai Demokrat (PD) itu juga mendapat hibah dari orang tua dan juga pengusaha.

"Saya dirut di salah satu perusahaan di Bandung, 80 persen harta saya hibah dari orang tua. Semua aset tersebut ada di Bandung,"ucapnya.

Cellica juga mengaku terkejut dengan adanya pemberitaan kekayaannya dianggap antastis dan patut dipertanyakan.

"Saya tidak mengerti maksudnya. Itu lebih menyerang pribadi. Sebab saya selama jadi wakil bupati hanya memperoleh sebidang tanah di Karawang senilai Rp 90 juta dan mobil, itupun cicilan. Tahu sendiri selama empat tahun saya tidak difungsikan," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD Karawang, Nana Kustara, ia mengaku berani menjamin Cellica sudah kaya sejak dulu. Sebab, selain sebagai dokter Cellica juga seorang pengusaha dan mempunyai beberapa aset pribadi.

Kata Nana, Cellica adalah direktur PT Karya Ariandi yang bergerak dibidang migas, ia juga mempunyai usaha kolam renang, futsal, dan properti. Terlebih orang tuanya juga kaya. Bahkan kantor DPD Partai Demokrat  Jabar juga memakai salah satu rumah dia.

"Jadi, menurt saya wajar-wajar saja ketika cellica mendapat hibah dari orang tuanya,"ucapnya.

Apalagi, kata dia, selama empat tahun menjadi Wakil Bupati Karawang, Cellica tidak difungsikan. Sehingga, tidak mungkin mendapat uang dari hasil korupsi.

"Sehingga tidak bisa sebagai 'disicion maker' selama menjabat," tandasnya.

Ia juga mengaku yakin LKPHN tidak mungkin tidak diverifikasi terlebih dulu.

"Pastinya LKHPN juga melakukan penelusuran dulu,"ucapnya.

Akan tetapi, ketika ditanya mengenai komposisi harta Cellica dari hibah dan aset pribadi, Nana mengaku tidak bisa menjelaskan secara rinci. Pasalnya, dirinya mengaku tidak berkewenangan membuka dokumen tersebut.

"Saya bisa menjamin, tetapi saya tidak membuka dokumennya sehingga tidak tahu persis perinciannya," tandasnya. (mus)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -