70 Tahun Merdeka, Ekonomi Rakyat Masih Terpuruk

KARAWANG, KarawangNews.com -
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo (HT) mengaku, Indonesia belum sepenuhnya berdiri sebagai negara yang berdaulat, cita-cita luhur membangun kehidupan yang adil, makmur dan sejahtera masih jauh dari kenyataan.

"Meskipun telah 70 tahun merdeka, sebagian masyarakat Indonesia masih merasakan kegetiran hidup yang semestinya menjadi tanggung jawab negara untuk menuntaskannya," tandas Hary, di sela pelantikan pengurus DPC Perindo wilayah daerah pemilihan Jawa Barat VII yang meliputi Karawang, Bekasi dan Purwakarta, di Lebak Sari Indah, Jl. Interchange, Karawang Barat, Kamis, (3/12/2015).

Kata dia, sudah 70 tahun merdeka, negara ini belum bisa mensejahterakan rakyatnya, ini disebabkan ada yang salah dalam mengelola negara. Menurutnya, kedaulatan sebuah bangsa bisa dilihat dari berbagai sisi. Salah satunya kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia yang masih tergantung dengan bangsa lain.

Kemandirian ekonomi ini tak terlihat nyata, karena masih 'terjajah' dengan ekonomi kapitalisme internasional. Bahkan, dalam kedaulatan pangan pun masih bergantung dengan hasil pangan dari negara lain.

"Secara ekonomi kita belum bisa mandiri memenuhi kebutuhan pangan kita. Ketergantungan impor dari sektor pangan membuktikan adanya ancaman dari kedaulatan pangan," jelasnya.

Dikatakannya, basis ekonomi masyarakat yang merupakan ekonomi riil cenderung tak diperhatikan. Hal itu, sambungnya, berdampak terhadap kondisi peningkatan masyarakat miskin atau tak mampu. Sebab, perputaran ekonomi sesungguhnya hanya berkutat di kalangan menengah ke atas. Hal ini yang menimbulkan jarak yang terlalu jauh antara yang kaya dan miskin.

"Penguatan UKM (Usaha  Kecil dan Mikro) ini yang akan terus Perindo perjuangkan, karena sendi ekonomi bangsa secara riil ada di masyarakat kecil, merekalah yang tak mudah terguncang saat terjadi krisis," terangnya. 

Ditegaskannya, kedaulatan pangan sangat penting menciptakan masyarakat sejahtera. Jika Indonesia belum berdaulat pangan, kata dia, mustahil kesejahteraan rakyat akan terwujud. Sampai sekarang, Indonesia malah mengalami kemunduran ekonomi, sehingga tujuan kesejahteraan makin jauh diwujudkan.

Kata Hary, keberadaan Perindo sebagai partai baru bukan dibentuk karena latah, Perindo bercita-cita mewujudkan kesejahteraan rakyat, sehingga keadilan dan kemakmuran benar-benar terwujud.

"Perindo bukan partai 'follower', Perindo hadir sebagai pilihan nyata bagi masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa ini," tandas pemilik MNC grup ini. 

Dalam kesempatan acara tersebut, hadir pula Ketua DPW Perindo Jawa Barat, Abdul Khaliq Ahmad dan jajarannya termasuk pengurus DPC Perindo kecamatan dari tiga kabupaten, hadir juga calon bupati Karawang, Saan Mustopa. (mus)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -