Timses Saan Laporkan Ketua Panwas ke DKPP

JAKARTA, KarawangNews.com - Senin (2/11/2015) siang, tim pemenangan calon bupati nomor urut 6, Saan Mustopa-Iman Sumantri (SAIMAN) melaporkan Ketua Panwas Karawang ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, atas dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Panwas Karawang. Panwas dianggap melakukan pembohongan publik terhadap Saan Mustopa dengan menyebarkan berita melalui media massa.

Koordinator Tim Advokasi Hukum Relawan Saan Mustopa, Mohammad Diro Masbang, SH menyatakan, di sebuah media massa tertanggal 17 Oktober 2015, Ketua Panwaslu Kabupaten Karawang membuka pernyataan, tanggal 5 Oktober 2015 Panwas Karawang sudah melakukan pengecekan ke gedung DPR RI dan mendapatkan Saan Mustopa belum mengajukan pengunduran diri, sebab pengunduran diri dari jabatan DPR RI ini sebagai syarat untuk mencalonkan bupati.

Menurut Diro, pernyataan Ketua Panwaslu Karawang tersebut dinilai  terlalu dini dan menyalahi prosedur, juga menyalahi kode etik penyelenggara Pemilu. Jika Ketua Panwas menemukan pelanggaran yang dilakukan Saan Mustopa, maka sesuai Pasal 10, huruf h, huruf i dan huruf j, kode etik penyelenggara Pemilu, harusnya memanggil terlebih dahulu Saan Mustopa secara patut, memberikan kesempatan kepada Saan serta mendengarkan alasan yang diajukan Saan Mustopa demi menjamin keadilan kepada Saan sebagai salah satu peserta Pemilukada Karawang tahun 2015 ini.

"Salah besar jika Ketua Panwaslu Kabupaten Karawang langsung mengeluarkan pernyataan tersebut di media publik. Sehingga, kami menilai Ketua Panwaslu Karawang sudah melanggar kode etik penyelenggara Pemilu dalam memberikan keadilan kepada calon bupati yang kami dukung," tandas Diro.

Selain itu, pernyataannya yang dipublikasikan di media massa tersebut tidak berdasarkan data dan fakta yang ada. Sehingga, Panwaslu diduga telah memberikan kebohongan publik terhadap masyarakat Karawang. Pasalnya, berdasarkan data yang dimiliki tim Saan Mustopa, pihaknya telah menyerahkan berkas surat pengunduran dirinya dan telah diterima Sekretaris Jenderal DPR RI, ini dibuktikan dengan tanda terima penyerahan surat pengunduran diri tertanggal 4 Agustus 2015.

"Pernyataan Panwaslu itu sudah melanggar Pasal 16 huruf a kode etik penyelenggara Pemilu, maka hari ini kami melaporkannya ke DKPP dan menuntut agar Ketua Panwaslu Kabupaten Karawang di berhentikan secara tetap dari jabatannya," kata Diro.

Dalam laporan tersebut, Diro didampingi tiga timses SAIMAN lainnya, yaitu Galih Rakasiwi, SH, Dona Romdona dan Muslim Hafidz. Surat laporan tersebut diberikan kepada biro administrasi DKPP. (rls/spn)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -