Tidak Manusiawi Jika K2 Diangkat Melalui 'Testing'

KARAWANG, KarawangNews.com - Mantan Ketua Komisi A DPRD Karawang, H. Warman tidak setuju jika pengangkatan tenaga honorer Kategori 2 (K2) melalui proses testing, ini dianggap tidak adil, bahkan ada kecenderungan tidak manusiawi, karena dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 46 Tahun 2005, istilah honorer ada dua jenis.

"Ada kategori 1 dan 2, yang membedakannya hanya bentuk pembiayaannya saja, Kategori 1 dibiayai APBN dan APBD, sedangkan Kategori 2 dibiayai non APBN dan APBD. Kategori 1 diangkat secara langsung dan sudah habis, tetapi kenapa Kategori 2 akan diangkat tetapi melalui test, padahal masa kerja dan usianya sama," jelasnya, Jumat (2/10/2015).

Menurutnya, sesuai yang telah diajukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi (Kemenpan-RB) bersama Komisi 11 DPR RI, kategori 2 langsung diangkat sefara bertahap seperti Kategori 1 tanpa melalui test. Setelah itu bisa melakukan passing grade umur dan masa kerja sampai habis diangkat semua, setelah itu boleh ada pengadaan baru, sesuai dengan formasi kebutuhan.

"Kasihan tenaga pengajar yang honornya Rp 250-300 ribu perbulan, padahal sudah jelas komitmennya mencerdaskan bangsa, kenapa harus di seleksi lagi, kecuali bagi pengangkatan yang baru. Ini juga akan rawan permainan dan bahan bancakan yang memanfaatkan situasi, sehingga muncul 'wani piro' untuk bisa lolos seleksi," ungkapnya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -