Kirim Koran Pagi Buta, Awak Ekspedisi Koran Tak Sadar Ditemani Hantu

KESIBUKAN pra cetak sebuah perusahaan media terlihat mana kala divisi sirkulasi pembawa koran bersiap berangkat menuju percetakan. Dengan sigap mereka akan menyatukan lipatan-lipatan order koran ke mobil ekspedisi yang tersedia.

Order yang dipastikan merupakan oplah harian perusahaan media itu kemudian dibawa ke percetakan. Di sebuah perusahaan koran manapun, oleh awak sirkulasi yang merupakan ujung tombak perusahaan media itu, jumlah oplah dan order akan diidentifikasi dan dipastikan sampai ke setiap perwakilan. 

Seakan berlomba dengan waktu, sudah sebiasanya tim sirkulasi divisi ekspedisi akan melakukan pantauan akhir sebelum masuk dalam mobil ekspedisi. Mobil ekspedisi harus dipastikan terangkut surat order yang sudah diberi nomor urut dan waktu pengiriman, jika surat order dari manajer atau pimpinan redaksinya selesai diturunkan ke divisi sirkulasi. 

Tak menunggu waktu, meski tengah malam atau pun pagi buta, order itu harus 'diterbangkan' untuk segera dimuat cetak lebih lanjut oleh tim dari percetakan. Proses angkut koran akan mengikuti menuju tempat-tempat pengiriman yang sudah ditentukan.

Ada cerita menarik dalam setiap perjalanan tim ekspedisi. Dari mulai harus rela berhujan dan berpanas-panasan, atau hingga mengalami kejadian yang diluar akal sehat, sebut saja pengalaman mistis. Dan inilah yang sempat menemani suka duka tim ekspedisi. Boleh percaya atau tidak! Tapi kejadian mistis itu disebut-sebut memang bisa terjadi.

Seperti yang dialami seorang awak ekspedisi Harian Umum Fakta Jabar, Adul Syafi'i. Dia yang saban hari ikut dan bertanggungjwab mengantarkan koran dari kendaraan ekspedisi menuju tempat pengiriman akhir mengaku mengalami kejadian mistis tersebut.

Ia menceritakan, kejadian itu dialaminya berawal ketika ia mengirimkan koran untuk dibawa ke wilayah Kabupaten Subang pada bulan pertama dirinya bertugas di perusahaan tersebut. Tepatnya, sekitar tiga tahun lalu.

Usai menyelesaikan tanggung jawabnya tersebut, kata dia, lepas dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, ia sedang dalam perjalanan ke Pamanukan melintasi daerah Kalijati menggunakan mobil dengan menyetir sendiri. Namun saat menyetir mobilnya itu, dirinya kaget, karena disampingnya seperti ada seorang pria pucat dan lusuh berlumuran darah menemaninya dalam perjalan itu.

"Pria itu tiba-tiba duduk disamping saya. Perwajahannya saat itu kelihatan hancur berlumuran darah. Saya kaget, setelah itu dia cuman tersenyum kemudian menghilang," ujarnya.

Dijelaskannya, menurut warga setempat, kemungkinan besar pria itu roh dari korban kecelakaan yang tidak sempurna arwahnya. Tujuan mendatangi itu, kata dia, kemungkinan untuk memberi pesan bahwa wilayah tersebut ada penunggunya.

"Kejadian itu sempat membuat bulu kuduk saya merinding malam itu. Saya bahkan sempat meninggalkan mobil dan berlari ke pemukiman warga. Sampai sekarang saya masih teringat betul kejadian mengerikan itu," ungkapnya. (rif)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -