Emay: Diskriminatif Terhadap Marjuki Harus Dihilangkan

KARAWANG, KarawangNews.com - Jama'ah Nahdiyin Karawang diminta berkomitmen,  teguh dan solid menghantarkan Marjuki-Miing menjadi kepala daerah Karawang periode mendatang. Seperti dikatakan Koordinator Relawan Marjuki-Miing, Emay Ahmad Maehi, saat silaturrahmi dan kunjungan PCNU Karawang di MWC NU Telagasari, Rabu (21/10/2015).

Kata Emay, keberadaan NU di negara RI lebih awal dari  kemerdekaan RI itu sendiri. Terlebih lagi, eksistensi kemerdekaan RI juga berkat sumbangsih dan peran ulama NU dalam menegakkan kemerdekaan Indonesia.

"Kita,  warga NU tidak pernah indekos di negeri yang bernama Indonesia, karena NU lebih dulu ada dari Indonesia. Jadi, kalau, ada warga NU ingin jadi ketua RT, lurah, bupati sampai presiden, tentu hal yang wajar, tidak boleh ada yang melarang, karena NU pemilik sah negeri ini," tandasnya.

Ditambahkan Emay, banyaknya dukungan kepada HAM tentu dengan berbagai alasan, sebagai warga nahdiyin yang inklusif dan toleran, warga nahdiyin mendukung Marjuki-Miing tentu berdasar kecintaan untuk menghargai hak yang sama bagi warga negara.

"Kita harus dukung penuh Marjuki, karena telah tercipta pola pikir diskriminatif terhadap Marjuki, hanya karena tidak lahir di Karawang, selalu saja beliau disudutkan, padahal itu urusan takdir yang dipolitisir. Diskriminatif terhadap Marjuki harus dihilangkan," tambahnya.

Emay juga memotivasi seluruh jajaran pengurus NU untuk lebih dewasa dalam berpolitik. Kata dia, kedewasaan itu dilakukan dengan menciptakan kondusifitas di Pilkada Karawang.

Gerakan politik memenangkan Marjuki-Miing jangan sampai dilakukan dengan bentuk-bentuk intimidasi, tetapi, harus dilakukan dengan santun dan cara-cara yang persuasif dengan diawali dari lingkungan keluarga masing-masing.

"Ciptakan Karawang dengan kedewasaan, ajaklah orang-orang terdekat mulai dari keluarga, tetangga dan rekan sejawat untuk bersama-sama memilih dan mencoblos nomer dua," tandas mantan Ketua KPU Karawang sembari mengangkat salam dua jari.

Ditegaskan mantan GP Ansor ini, dalam perjuangan politik kesetiaan merupakan faktor penting, tanpa adanya kesetiaan dan keikhlasan, tentu berimplikasi munculnya pencideraan dan kekecewaan.

"Jadi, kalau memang masih ada yang tidak tulus mendukung dan memilih Marjuki sebagai bupati, lebih baik mundur dari sekarang, karena yang paling menyakitkan dalam hidup adalah pengkhianatan," ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua PCNU, Encep Nana, dengan paparan sejarah peran NU dalam proses pergerakan perjuangan kemerdekaan RI, tentu sangat wajar kalau warga NU memegang jabatan di pemerintahan.

"Sejarah kemerdekaan, revolusi dan mempertahankan NKRI tidak terlepas dengan perjuagan ulama dan kiai NU, atas dasar restu kiai dan permintaan sahabat akhirnya kita mendorong Marjuki maju di Pilkada," tuturnya. (mus)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -