Angka Buta Huruf Indonesia 3,8 Persen

KARAWANG, KarawangNews.com -
Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, angka warga buta aksara di Indonesia mencapai 95 persen, hanya 5 persen warga melek aksara. Kini, tersisa 3,8 persen warga yang masih buta aksara.

Ini disampaikan Sekretaris Dirjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Wartanto di acara pembukaan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-50 di Lapang Karangpawitan, Karawang Barat, Kamis (22/10/2015).

Kata dia, penentu kehidupan ini tergantung proses pendidikan, sehingga buta huruf harus dientaskan. Sebab, jika buta hurufnya tinggi, tidak mungkin masyarakat bis berdaya saing dengan negara lain.

Dia menjelaskan, HAI ini untuk merayakan kemampuan kita, untuk berdaya dan membangun budi pekerti bagi warga yang sudah melek huruf. Dengan begitu, kementerian berharap pemberantasan buta aksara tidak hanya berhenti sampai dia bisa membaca, tetapi bisa menindak lanjuti sampai warga jadi minat baca.

"Negara ini dan negara lain saling berlomba, kita tidak akan kalah dengan negara lain, kita akan bangun anak-anak kita berkarakter, bertoleransi juga gotong-royong dan bisa membangun budi pekerti, sehingga kita menjadi negara yang beradab dan dihargai negara-negara lain," jelasnya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -