50.000 Surat Warga Karawang Masuk MURI

KARAWANG, KarawangNews.com - Pada peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-50, Kabupaten Karawang yang dipercaya sebagai tuan rumah mempersembahkan 50.000 surat terbanyak se-Indonesia yang ditulis oleh warga belajar keaksaraan, surat sebanyak itu masuk Museum Rekor Indonesia (MURI).

Rekor MURI ini berupa tulisan berisi pesan-pesan dari warga belajar keaksaraan, yaitu warga usia lanjut yang baru bisa menulis dan membaca, mereka yang memiliki Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA). Surat itu berisi harapan dan keinginan mereka yang ditujukan kepada pemerintah, pesan-pesan itu disusun menjadi sebuah katalog buku berjumlah 50 buku tebal, masing-masing buku berisi 1.000 surat dan masing-masing surat ini pun disisipkan SUKMA penulisnya.

Amid Mulyana memperlihatkan 50.000 surat.
"Pada HAI ke-50 ini kita bisa mempersembahkan 50.000 warga belajar yang melek aksara kepada menteri," kata Kabid PNFI Disdikpora Karawang, Amid Mulyana SE, Sabtu (24/10/2015) di lokasi acara HAI ke-50 di Lapang Karangpawitan, Karawang Barat.

Dipaparkan Amid, untuk mengumpulkan surat sebanyak 50.000 yang ditulis warga belajar keaksaraan ini hasil binaan dan bimbingan PKBM, penilik dan tutor. Para warga belajar keaksaraan ini dibimbing untuk bisa menulis cerita. Kemudian lembaran tulisan itu direkap di Disdikpora, setelah sebelumnya dikumpulkan di masing-masing kecamatan.

"Kita sempat kesulitan mengumpulkan surat itu, karena para pesertanya tersebar, mereka adalah warga belajar yang lulus dari tahun 2008, tetapi karena keuletan panitia, akhirnya terkumpul dan dibukukan," ucap Amid.

Namun begitu, dari jumlah 50.000 warga belajar keaksaraan, masih ada sisa yang belum melek aksara dan datanya sedang diperbaiki, data itu akan divalidasi kembali dengan difasilitasi Kemendikbud. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -