Temu Kangen PSHT se-Jawa Barat di Klari

KARAWANG, KarawangNews.com -Memperkuat tali persaudaraan sesama pendekar dan pesilat yang ada di Kabupaten Karawang, Paguron Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Karawang menggelar temu kangen sekaligus halal bi halal.

Acara yang berlansung di halaman Kantor Camat Klari, Sabtu (5/9/2015) malam, acara ini menyedot ratusan pesilat berlambang bunga Terate se-Jawa Barat. Mereka bersalaman satu sama lain untuk temu kangen serta berdiskusi mengenai mempertahankan budaya warisan nenek moyang.

Termasuk pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Karawang dan Ketua IPSI Jawa Barat menghadiri agenda yang menjadi rutinan setiap tahun tersebut.

Di sana, pesilat mempertunjukan kebolehan mereka dalam ilmu bela diri. Juga melakukan atraksi yang diingi musik dari paguran setia hati terate.

Ketua Cabang PSHT Karawang, Mas Nuryadi mengatakan, temu kangen dan halal bi halal merupakan rutinan setiap tahun dan agenda ini selalu dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Kita sesama saudara wajib bersilaturahmi dan pemperkuat tali silaturahmi. Salah satunya melalui giat ini bisa bermanfaat untuk semua pesilat yang ada di Karawang, khususnya PSHT," katanya saat memberikan sambutan.

Selain temu kangen, juga dilaksanakan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70. Pasalnya, lahirnya paguron ini tahun 1922 sebelum Indonesia merdeka. Artinya, jauh sebelum kemerdekaan pendekar dan pesilat PSHT terlibat dalam mengusir penjajah di Indonesia.

"Melalui kemampuan bela dirinya pendekar melawan penjajah dan mengusir ditanah air ini. Termasuk pendekar PSHT di Surabaya, berani memanjat tiang bendera untuk merobek bendera Belanda yang saat itu berkibar," lanjutnya.

Dengan demikian, PSHT bagian sejarah kemerdekaan Indonesia yang harus dipertahankan budaya tradisonal tersebut.

Wakil Ketua IPSI Karawang, Gugun Yasaguna menyebutkan, pencak silat merupakan bela diri asli Indonesia. Selaku warga negara perlu mengembangkan budaya ini untuk tetap dipertahankan.

Bahkan, IPSI membuat Memorandum Of Undertanding (MoU) dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setiap sekolah wajib ada mualan lokal pencak silat.

"MoU itu sudah dibuatkan dengan Disdikpora, tinggal masing-masing perguruan silat dapat mengambangkan ke sekolah terdekat," ujarnya.

Hal ini menurutnya, untuk mempertahankan budaya tradisional. Sehingga pelajar di Karawang diwajibkan belajar pencak silat.

"Paguron PSHT bisa mendatangi sekolah terdekat untuk membuka latihan ke pelajar. IPSI sudah berkomitmen dengan Disdipora untuk mengembangkan silat di Karawang," pungkasnya. (oca)











Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -