LPKSM Linkar Desak PLN Tera Ulang KWH Pelanggan

KARAWANG, KarawangNews.com - Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Linkar Kabupaten Karawang mendesak agar PLN segera melakukan tera ulang kilo watt hour (KWH) meter secara rutin. Hal itu disampaikan menyusul banyaknya laporan terkait permasalahan tagihan listrik pelanggan yang tidak realistis.

Ketua LPKSM Linkar Karawang Eddy Djunaedi, mengatakan, KWH meter milik PLN yang tersebar di ratusan ribu pelanggan itu wajib ditera ulang. Sebab KWH merupakan bagian dari alat Ukur Takar Timbang dan Peralatannya (UTTP).

"Dalam Undang Undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal, setiap UTTP yang digunakan untuk transaksi jual beli wajib ditera ulang. Jadi KWH meter PLN itu pun wajib ditera secara rutin," katanya, Kamis (3/9/2015).

Ketentuan dalam Undang Undang tersebut juga diperkuat dengan Surat Keputusan Kemendag Nomor 54/M-DAG/PER/9/2014 tentang Tanda Tera Sah tahun 2015. Surat Keputusan Kemendag itu disebutkan kalau UTTP termasuk KWH meter PLN wajib ditera ulang maksimal 10 tahun.

"Jika dikaitkan dengan SK Kemendag Nomor 54, maka KWH meter PLN yang terpasang di bawah tahun 2005 harus segera ditera ulang. Kalau tidak, jelas itu pelanggaran. Pelanggan juga berhak menolak bayar tagihan jika KWH meter di rumahnya tidak pernah ditera ulang," ujarnya.

Dalam ketentuan lainnya, yakni pasal 8 Undang Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, setiap pelaku usaha, dilarang memproduksi atau memperdagangkan barang atau jasa yang tidak memenuhi syarat atau standar perundang-undangan.

Menurut dia, ketika pelaku usaha yang dalam hal ini PLN, tidak melakukan tera ulang KWH meter secara rutin, maka itu sudah jelas pelanggaran. Atas dasar itu, pihak PLN bisa dituntut pidana penjara
paling lama lima tahun atau pidana denda sebesar Rp2 miliar.

Ia menyatakan, sesuai dengan investigasi yang dilakukan LPKSM Linkar, jumlah KWH meter milik PLN di Karawang yang ditera ulang sangat sedikit, hanya 25 persen setiap tahun.

Tera ulang KWH meter listrik itu sendiri bisa dilakukan oleh petugas Balai Kemetrologian Karawang atas pengajuan terlebih dahulu pihak PLN.

Menurut dia, manajemen PLN Karawang harus segera melakukan tera ulang ratusan ribu KWH meter miliknya yang terpasang di seluruh pelanggan PLN se-Karawang.

Eddy mengaku beberapa waktu lalu menerima laporan adanya pelanggan PLN pengguna KWH meter pascabayar yang harus membayar tagihan listrik dengan biaya yang tidak normal.

Setelah dipelajari dari data-data dan keterangan pelanggan PLN itu, ada dua kemungkinan permasalahan sampai muncul tagihan listrik yang membengkak. Pertama, permasalahannya ada di KWH meter yang mengalami kerusakan akibat sudah lama tidak ditera ulang.

Permasalahan kedua, katanya, petugas pencatat KWH meter PLN yang tidak profesional. Artinya, petugas pencatat KWH meter itu mencatat asal-asalan stand rekening yang berada di KWH meter pelanggan PLN.

Sementara itu, salah seorang pelanggan PLN, Erwin Sudarto, mengaku melapor pembengkakan tagihan listrik rumahnya ke LPKSM Linkar, karena tidak normal nilai tagihan listrik rumahnya yang berlokasi di Perumahan Griya Panorama Indah Purwasari.

"Pada bulan Juli lalu saya mendapat total tagihan listrik Rp1,7 juta. Tagihan itu tidak normal, karena biasanya hanya mendapat tagihan Rp600-800 ribu per bulan," kata dia.

Ia mengaku sudah menjadi pelanggan PLN sejak tahun 2001, dengan KWH meter pascabayar berkapasitas 1.300 Volt Ampere, tetapi baru bulan Juli itu mendapat tagihan listrik yang sangat tinggi.

Dengan begitu, ia melaporkan kejadian yang dialami ke LPKSM Linkar Karawang. Erwin juga sempat komplain atas tagihan listrik yang membengkak itu ke UPJ PLN Cikampek, tetapi keterangan dari pihak PLN itu seperti mengada-ada.

"Pihak PLN menjawab komplain saya, kalau rumah saya dipagar dan saat itu dalam keadaan terkunci. Selain itu, rumah saya juga dibilang ada anjing galak. Sehingga petugas pencatat KWH meter PLN tidak bisa masuk," kata dia.

Ia menegaskan keterangan pihak PLN atas komplain dirinya tidak benar. Kenyataan di lapangan, rumah saya tidak ada pagar, juga tidak ada anjing galak. (al)
















Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -