Djadja Mengubah Hidupnya Jadi Pembuat Kaki Palsu

Warga Menulis
Oleh: Rini Mela
Mahasiswi FISIP Unsika
Ditulis: Kamis (3/9/2015)

Djadja, orang-orang biasa memanggilnya, pria bertubuh tinggi besar kelahiran 10 Maret 1954 yang kini berusia 61 tahun dan hanya mengenyam pendidikan formil sampai sekolah dasar (SD) ia mampu menginspirasi parapenyandang disabilitas seluruh Indonesia. Bersama keluarga tinggal di Kampung Sadang, Desa Jatiragas, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang.

Pria yang bertubuh tinggi besar tersebut dulu berpropesi sebagai supir bus, hingga pada tahun 2008 sebuah tragedy naas menimpa. Bus yang dikemudikannya mengalami kecelakaan yang mengharuskan Djadja kehilangan kaki kirinya untuk diamputasi.

Meski dengan keterbatasan fisik yang dialami pasca kecelakaan itu, Djadja tidak berputus asa, hingga 2 bulan setelah kecelakaan itu terjadi Djadja mendapatkan pengganti kakinya yang diamputasi dari Sugeng.

Sugeng ialah seorang relawan pembuat kaki palsu yang tergabung dalam Kick Andy Foundation.
Setelah Djadja mendaftarkan diri pada Kick Andy Foundation lah Djadja berkenalan dengan Sugeng dari Mojokerto yang sesama penyandang disabilitas.

Kemudian dari Sugeng itulah Djadja mendapatkan kembali kakinya untuk berjalan sertamelakukan segala aktifitasnya seperti sedia kala, meski kaki kirinya kini menggunakan kaki palsu.

Meski tragedy tersebut menyisakan hal pahit dan mengharuskan Djadja mengenakan kaki palsu untuk membantunya melakukan segala kegiatannya, Djadja tidak putus asa, justru membuat dirinya termotivasi untuk membantu orang-orang yang senasib agar bisa kembali melangkahkan kakinya.

Dari keinginan untuk membantu sesama itulah Djadja mendedikasikan dirinya menjadi relawan disabilitas. Maka dengan itu Djadja belajar membuat kaki palsu pada Sugeng.

Dan kini keahliannya membuat kaki palsu ia aplikasikan untuk membantu teman-teman penyandang disabilitas secara cuma-cuma bagi yang sangat memerlukannya.

Seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya motivasi dari kawan-kawan penyandang disabilitas, dari kawan-kawan yang tergabung dalam yayasan yang dipimpinnya, juga awan-kawan di luar yayasan, ia semakin memantapkan hatinya dalam menjalankan pekerjaan mulia sebagai relawan bagi para penyandang disabilitas.

Meskipun dalam menjalankan pekerjaan mulia tersebut, Djadja banyak mendapat bantuan moril dan materil, misalnya bantuan dari keluarga yang mendukung sepenuhnya terhadap profesinya sebagai relawan dan kawan-kawan sesama penyandang disabilitas, serta Sugeng yang sering banyak membantu dalam hal pembuatan kaki palsu untuk memenuhi tuntutan pesanan. Juga bantuan dana dari donator-donatur dan yayasan-yayasan swasta seperti Kick Andy Foundation.

Namun, Djadja dan penyandang disabilitas seluruh Indonesia berharap uluran hangat tangan pemerintah dalam membantu membangkitkan semangat dan harapan untuk tetap bisa menjalani hidup dengan penuh semangat dan percaya diri bagi para penyandang disabilitas seluruh Indonesia.

Semoga pemerintah dapat memfasilitasi sarana dan prasarana untuk sekala produksi kaki palsu yang lebih besar, beserta tingkat penyebarannya yang lebih meluas hingga mencakup seluruh plosok nusantara.
Semoga pemerintah dapat membantu kami para penyandang disabilitas agar mempunyai wadah untuk berekspresi dan berkreasi, karena kami ada nyata dan bagian dari pada negeri ini.

Djaja.

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -