Tol Cipali Beroperasi, Pantura Lengang

KARAWANG, KarawangNews.com – Kamis (9/7/2015). Jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali), sejak diresmikan Presiden Joko Widodo 13 Juni 2015 lalu banyak menarik animo masyarakat untuk mencoba jalan tol terpanjang di Indonesia ini. Masyarakat pun mulai meninggalkan jalur pantura yang sebelumnya menjadi jalur utama penghubung antara Cikampek-Cirebon tersebut.

Kendati belum seluruhnya fasilitas penunjang keamanan dan kenyamanan tol Cikampek Palimanan ini terpasang, ribuan pengendara seakan tidak sabar untuk mencoba sensasi tol yang memiliki anjang 116 kilometer, membentang dari Kecamatan Cikopo, Kabupaten purwakarta hingga Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dengan melintasi sejumlah kabupaten, diantaranya Purwakarta, Subang, Majalengka, Indramayu dan Cirebon.

Banyak diantara para pengendara belum memahami medan serta kontur jalan tol Cipali ini, tol sepanjang 116 kilometer ini banyak tikungan tajam serta naik turun, sesuai dengan kondisi awal permukaan sebelum menjadi tol, yakni perbukitan serta pesawahan. Sehingga, diantara pengemudi banyak yang lepas kendali saat mengemudikan kendaraanya, sehingga menimbukan kecelakaan.

Sejak resmi beroperasi, puluhan kecelakaan terjadi di jalan tol ini, bahkan sudah banyak memakan korban jiwa dan luka, beberapa penyebab kecelakaan yang terjadi di jalan tol ini disebabkan beberapa faktor. Yaitu sopir mengantuk akibat kelelahan, karena panjangnya trek lintasan tol Cipali ini, sehingga banyak kendaran terpersok, ada juga yang menabrak kendaraan di depannya.

Selain itu, faktor minimnya penerangan jalan tol membuat pengendara tidak bisa mengendalikan kendaraan pada tikungan tajam. Juga gangguan lingkungan seperti masih banyak hewan liar seperti babi hutan yang masuk ke dalam lintasan tol Cipali ini, hingga menimbulkan kecelakaan. Sementara pembatas tol hanya dengan kawat, sehingga dengan udah bisa dobrak hewan liar itu.

Faktor lainnya yang membuat kecelakaan yaitu kondisi jalan yang mulus membuat pengendara terpancing untuk memacu kendaraan lebih cepat, tanpa menyadari resiko yang dihadapinya. Dengan kecepatan 100 km/jam, jarak Cikampek hingga Palimanan bisa ditempuh sekitar 2 jam.

Fasilitas penunjang tol seperti rest area belum sepenuhnya bisa dinikmati pengguna tol, sejak diresmikan dan beroperasi, fasilitas pendukung rest area masih dalam tahap pengerjaan. Beberapa yang bisa dinikmati dalam rest area tersebut hanya pengisian bahan bakar, masjid dan toilet, selebihnya masih dalam tahap pengerjaan.

Sepanjang tol ada 8 rest area

Untuk rest area tipe A berukuran besar yang terdapat stasiun pom bensin, toilet dan mushola.  Sedangkan rest area tipe B berukuran lebih kecil tanpa ada stasiun pompa bensin. Delapan rest area yang bisa digunakan untuk beristirahat sejenak, empat rest area diantaranya dari arah Cikopo-Palimanan tersebar di KM 86 600 tipe B, KM 102 300 tipe A, KM 130 700 tipe B  dan KM 164 700. Sedangkan dari arah sebaliknya, Cirebon ke Jakarta, tersebar di KM 166 700  tipe A, KM 130 700 tipe B, KM 102 800 tipe A, serta KM 86 600 tipe B.

Jalur Pantura

Pasca beroperasinya tol Cipali, beban volume kendaraan jalur pantura menurun drastis hingga 60 persen dibanding sebelum ada tol Cipali. Diketahui, jalur pantura merupakan jalur primadona para pengendara yang datang dari Jakarta menuju Cirebon maupun sebaliknya,  pengendara lebih memilih jalur ini dibanding jalur tengah melalui Sadang maupun jalur selatan.

Penurunana volume kendaraan sangat jelas tampak mulai dari Simpang Jomin, yang merupakan titik simpul kemacetan terparah, terutama saat akhir dan awal pecan, terlebih saat memasuki arus mudik lebaran seperti saat ini.

Namun, kini Simpang Jomin seperti jalur biasa pada umumnya, tidak ada antrian ataupun kemacetan kendaraan, selepas gerbang tol Cikampek para pengendara bisa melaju tanpa tersendat, ini merupakan efek baik dibukanya tol Cipali.

Kondisi penurunan volume kendaraan di jalur pantura ini bisa dijadikan alternatif perjalanan mudik pilihan, jalur ini sudah tidak macet, karena mayoritas pengendara khususnya yang datang dari Jakarta menuju Cirebon lebih memilih jalur tol. Sepanjang jalan ini juga dianggap lebih bersahabat, sebab berbeda denga tol Cipali dengan keterbatasan tempat istrahat, di jalur Pantura ini pengemudi bisa kapan dan dimana saja bisa berhenti dan beritirahat.

Sepanjang jalur mulai dari Simpang Jomin hingga gerbang tol Palimanan banyak terdapat  tempat istiraht, banyak SPBU, rumah makan serta tempat ibadah. Tidak hanya itu, sejumlah warung-warung kecil tersedia di jalur ini dengan harga yang ekonomis dan terjangkau,  tergantung selera pengemudi untuk memilih tempat istirahatnya.

Pasca beroperasi tol Cikampek-Palimanan, pengendra yang melintasi jalur Pantura bisa memacu kendaraan hingga kecepatan 80-90 km/jam, tentunya harus dengan hati-hati, sebab tidak sama dengan jalur tol. Di jalur Pantura ini, ada beberapa titik pengendara harus waspada, seperti di persimpangan jalan, pasar tumpah serta mewaspadai penyebrang jalan. Rata-rata jarak tempuh dari Simpang Jomin menuju Cirebon melalui jalur Pantura ini sekitar 3 perjalanan. (had)

foto: jabar.metrotvnews.com
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -