Pasca Lebaran, Karawang Siap Diserbu Pendatang

Hari Raya Idul Fitri merupakan momen penting bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Agenda setahun sekali tersebut selalu ditunggu-tunggu kedatangannya oleh seluruh umat Islam di dunia.

OPINI
Oleh: Yogi Nugraha S.Pd, M.Pd,
Alumni UPI Bandung
Kaum Muda Karawang
Ditulis: Senin (20/7/2015)

Di Indonesia, lebaran merupakan momen berkumpul keluarga, saling bermaafan, berbagi rezeki, dan saling mengunjungi tetangga. Begitu juga dengan momen lebaran di Kota Karawang, semua umat muslim merayakan lebaran dengan penuh suka cita.

Namun ada yang khas, ketika kota-kota lain ramai pada hari lebaran maka Karawang akan sepi seperti kota tak berpenghuni dalam beberapa hari setelah lebaran. Ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Karawang yang notabenenya adalah pendatang pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Kegiatan mudik menjadi sesuatu yang sepertinya wajib dilakukan oleh masyarakat Karawang. Di kota asalnya masing-masing mereka melepas rindu, bercengkerama dengan sanak saudara sambil menceritakan pengalamannya di tanah perantauan. Merasa berhasil dan sukses di perantauan mereka mengajak sanak saudaranya untuk ikut mengadu nasib di Karawang.

Dengan UMR sebesar Rp 3,4 juta yang merupakan UMR terbesar di Indonesia, tak mengherankan jika Karawang kini merupakan tujuan utama para pendatang yang ingin mencoba peruntungan dengan kemampuan yang dimiliki. Sebuah angka yang fantastis dan sangat menggiurkan bagi para pendatang yang ingin merubah nasib. Para pendatang berbondong-bondong menyerbu Karawang berharap dapat bekerja pada ratusan perusahaan-perusahaan besar yang tersebar di beberapa Kawasan Industri yang ada di Bumi Pangkal Perjuangan ini.

Pemerintah Daerah tidak dapat menolak akan fenomena ini, karena untuk mendapatkan penghidupan yang layak adalah hak setiap warga negara. Pada akhirnya, resiko yang harus diterima dari sebuah fenomena perpindahan penduduk adalah kepadatan penduduk. Karawang kini merupakan kota yang sangat padat penduduknya.

Beberapa masalah lain yang diakibatkan oleh pertambahan jumlah penduduk adalah terjadinya kemacetan yang terjadi di jalanan, banyak berdirinya perumahan-perumahan kumuh, sampah yang tidak dapat dikendalikan dan banyak permasalahan lainnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang harus segera mengambil tindakan untuk memfilter para pendatang yang memasuki Bumi Pangkal Perjuangan. Jangan sampai pendatang yang tidak mempunyai keahlian apa-apa memasuki wilayah Karawang karena hanya akan menambah permasalahan. Mereka akan menjadi penggangguran yang akan menambah daftar panjang permasalahan penggangguran yang masih banyak di kota ini.

Pemkab Karawang harusnya lebih mengutamakan warga pribumi untuk dapat bekerja di perusahaan-perusahaan besar yang ada di kota ini atau paling tidak mengutamakan orang-orang yang benar-benar mempunyai keahlian.

Permasalahan lain yaitu pertumbuhan yang sangat pesat Kota Karawang tidak diimbangi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia masyarakat Karawang. Hal ini sangat miris karena masyarakat Karawang hanya akan menjadi penonton di tanahnya sendiri. Masyarakat Karawang terseret-seret oleh derasnya arus perkembangan zaman yang sangat kuat. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -