Masjid Dibakar, Buruknya Keamanan Negeri Ini

OPINI
Oleh: Mohammad Diro Masbang
Ketua Pimpinan Daerah GPII Karawang
Ditulis: Sabtu (18/7/2015)

Buruknya keamanan negeri ini ternyata sudah mengancam kepada persoalan kerukunan antar umat beragama, pada Jumat (17/7/2015) kemarin, umat Islam Indonesia baru saja dihebohkan oleh insiden pembakaran masjid di Tolikara, Papua.

Jika saja sebelumnya, pemerintah melalui Badan Intelijen Negara (BIN) bisa mendeteksi dan melakukan pencegahan terhadap insiden itu, tentu pembakaran masjid di Tolikara ini tidak akan terjadi.

Jika benar ada pelarangan pelaksanaan solat ied yang diduga dilakukan oleh sejumlah massa yang tergabung dalam Gereja Injil Di Indonesia (GIDI) dan jika terbukti, maka GIDI kami nilai telah melecehkan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, tidak ada cara lain yang harus dilakukan oleh pemerintah selain membubarkan organisasi tersebut.

Atas insiden tersebut, jelas kami sangat mengecam dan mengutuk aksi larangan pelaksanaan Sholat Ied dan pembakaran masjid di Tolikara. Insiden ini adalah cerminan toleransi yang sangat buruk dan bisa menimbulkan perpecahan dan runtuhnya persatuan dan kesatuan NKRI. Untuk itu, kami menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku dan dalang pembakaran masjid di Tolikara ini.

Kami warga negara indonesia, dari lintas agama, menilai bahwa kejadian di Tolikara tanah Papua adalah teror yang bisa mengancam harmoni antar warga dan bisa mengancam keutuhan NKRI.

Fakta bahwa adanya surat edaran melarang ummat islam berjilbab dan melarang mendirikan gereja bagi ummat kristen non GIDI adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Adanya misionaris asing yang bebas berkeliaran di tanah Papua adalah dalang dari kejadian pembakaran musholla dan pemubabaran jama'ah sholat Idul Fitri kemarin.

Maka, kami minta kepada Kapolri, Panglima TNI, Kepala BNPT, Densus 88, Kepala BIN, Ketua DPR/DPD/MPR, Jaksa Agung, Ketua MA dan kepala lembaga tinggi negara lainnya untuk:

1. Tangkap dan adili pembakaran musholla dan pembubaran jamaah Sholat Idul Fitri itu.

2. Tangkap Pengurus dan bubarkan organisasi teroris yang tergabung dalam GIDI.

3. Kepada sesama rakyat indonesia, jangan terprovokasi isu konflik agama, di tengah situasi ekonomi yang sulit dan ketidakberdayaan pemimpin negeri ini.
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -