Karawang Perlu Belajar Pada Emil (Ridwan Kamil)

Oleh: Yogi Nugraha, S.Pd,M.Pd.
Alumni UPI Bandung
Kaum Muda Karawang
Ditulis: Sabtu (11/7/2015)

Tidak usah mengelak dan tak usah malu mengakui jika kepemimpinan Emil (Ridwan Kamil) di Kota Bandung menuai decak kagum dan sanjung dari warga Kota Bandung, bahkan tak sedikit warga luar Kota Bandung (termasuk dari Karawang) yang jatuh cinta terhadap sosok Emil yang humanis, bersahaja, santun, visioner, religius dan nyaah ka lemburna. Aksi nyata kepemimpinan Emil ditunjukkan di depan mata warga Kota Bandung.

Tak hanya visi misi, janji-janji dan buaian belaka yang biasa ditunjukkan oleh calon-calon penguasa akan tetapi Emil hadir menyambung harapan warga Kota Bandung yang sudah hampir kehilangan harapan akan hadirnya sosok yang didamba-dambakan memimpin Kota Kembang.

Dengan slogan “Bandung Juara” yang dilekatkan pada kepemimpinan Emil membuat wajah Kota Bandung berubah menjadi Kota yang hidup kembali menjadi kota yang benar-benar juara. Slogan “Bandung Juara” seakan menutup slogan “Bandung Bermartabat” yang telah usang dan perlu penyegaran. Emil berhasil merubah wajah Kota Bandung menjadi kota yang indah, smart city, bersih, teratur, dan hidup.

Kehadiran seorang Emil sebagai putra daerah menjadi magnet tersendiri di hati warga Kota Bandung seakan dimana ada Emil disitu permasalahan kota beres. Emil disanjung, dipuji, dicintai masyarakatnya. Sosok Emil yang merakyat membuat masyarakatnyapun tak sungkan untuk berjabat tangan, ngobrol, bahkan berfoto bersama tanpa ada batasan jarak dan tak ada protokoler yang melekat pada seroang pejabat publik. Emil merupakan sosok cerdas yang selalu mempunyai ide-ide briliant dalam menata kota yang tak bisa dibayangkan sebelumnya oleh masyarakatnya.

Emil melahirkan program-program kerja cerdas yang mampu membangkitkan semangat warga Kota Bandung yang dapat melekat dihati warganya diantaranya Senin gratis Damri, Rebo nyunda, kamis inggris, jumat sepeda, sabtu bandung cullinary night, minggu car free day, GPS (gerakan pungut sampah), gerakan sejuta biopori, penataan dan pembangunan taman-taman, serta yang paling canggih yaitu e-blusukan dimana setiap sudut Kota Bandung terpantau dalam sebuah ruangan yang dipenuhi ratusan monitor pemantau sehingga permasalahan kota cepat teratasi.

Berbeda halnya dengan Karawang, kota yang sedang berubah wajahnya dari kota lumbung padi menjadi sebuah kota industri belum mampu menghadirkan sosok pemimpin yang membawa angin segar bagi panasnya Kota Karawang. Menghadapi Pilbup 2015 mulai bermunculan sosok-sosok yang tiba-tiba nongol yang seakan mereka adalah orang yang telah lama membangun Karawang, padahal sebelumnya nyaris tak terdengar. Banyak sekali permasalahan di Kota Karawang yang belum teratasi secara serius, diantaranya masalah sampah. Jika orang dari luar Karawang berkunjung ke Karawang maka wajah Karawang yang pertama kali dilihat adalah setelah mereka keluar dari pintu tol.

Kita bisa melihat dimana banyak sekali tumpukan-tumpukan sampah yang sengaja dibuang di pinggir jalan. Hal ini tentu sangat memalukan, seakan pemerintah tidak hadir di tengah-tengah masyarakat. Memang sebenarnya ini bukan hanya tugas pemerintah, akan tetapi perlu kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan sekitar. Lebih lanjut masyarakatpun perlu disadarkan oleh hadirnya sosok seorang pemimpin yang bisa memberikan pengaruh kepada masyarakatnya.

Karawang membutuhkan sosok pemimpin yang benar-benar secara nyata bekerja dengan cerdas, dengan hati, dengan ikhlas seperti yang digambarkan Emil di Kota Bandung kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas. Bukan pemimpin yang saling menyindir, saling menjelekkan lawan politik, bukan yang hanya menebar janji, bukan yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.

Karawang membutuhkan pemimpin yang visioner. Karawang memerlukan slogan baru yang akan memberikan penyegaran bagi kota ini, seperti Kota Bandung dengan “Bandung Juara”nya, dan Purwakarta dengan “Purwakarta Istimewa”nya. Karawang juga memerlukan sosok pemimpin yang tidak monoton yang hanya bekerja formalitas saja, tetapi lebih dari itu, diperlukan sosok pemimpin yang out of the box, pemimpin yang mempunyai gebrakan-gebrakan baru yang bisa membawa kota ini bukan hanya kota yang berkembang tetapi menjadi kota yang maju.

Oleh karena itu, kepada masyarakat Karawang agar cerdas memilih pemimpin yang benar-benar bisa bekerja untuk Karawang bukan pemimpin yang mencari keuntungan. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -