KAMMI Galang Dana Solidaritas Untuk Muslim Tolikara Papua

KARAWANG, KarawangNews.com -  Senin (20/7/2015), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Karawang menggelar aksi solidaritas terhadap muslim Papua, dengan melakukan penggalangan dana. Aksi ini difokuskan pada dua titik, yaitu di pintu kereta api Tuparev dan lampu merah Pemda Karawang.

Koordinator aksi, Rizki Firdaus mengatakan, aksi ini sebagai bentuk solidaritas dan rasa cinta terhadap saudara muslim di Tolikara. mahasiswa dan  mahasiswi yang tergabung dalam organisasi KAMMI Karawang bersama komunitas ODOJ  Karawang, Aku Berdonasi Karawang, Heroka dan sejumlah elemen pemuda lainnya melakukan aksi penggalangan dana di beberapa titik jalan di Kota Karawang.

“Dana yang terhimpun akan langsung dikirimkan untuk membantu pembangunan kembali masjid dan kios-kios di Tolikara, papua,” kata Rizki.
Ketua Umum KAMMI Karawang, Mohamad Wahyu menuturkan, sebagai anak bangsa kita tidak dapat membiarkan ini terjadi berlarut-larut tanpa ada tindakan yang tegas dari para penyelenggara negara.

“Kita tidak boleh terpancing dan terprovokasi atas segala yang terjadi di Tolikara dan berbuat yang justru memperkeruh keadaan.  Oleh karena itu, mari kita lakukan tindakan yang positif untuk menjaga kerukunan antar umat beragama,” jelasnya.

Pada aksi yang di gelar sejak pukul 08.00 hingga 10.10 WIB berhasil menghimpun dana Rp  2.786.500, dana yang terkumpul akan disalurkan melalui KRC (KAMMI Reaksi Cepat).

“Tidak sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai saudarannya seperti ia mencintai dirinya sendiri. Jika ini yang bisa kita lakukan sebagai tanda cinta kepada saudara muslim Papua, maka kita lakukan ini, Insya Allah menjadi berkah,” kata Mohamad Wahyu, mengutip H.R Bukhori.

Sementara itu, sumber dari JPNN menyebutkan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyebut kemungkinan adanya aktor intelektual di belakang kerusuhan di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, saat pelaksanaan salat Idul Fitri pada Jumat (17/7/2015) pagi.

Menurut Kapolri, insiden di Tolikara adalah kasus pelanggaran hukum dan Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, penyerangan ataupun penembakan akan diselesaikan secara hukum.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolri setelah mendapat laporan perkembangan terbaru dan melihat langsung kondisi tempat meletusnya insiden di Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara, kemarin.

Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo dan Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Pendeta (Pdt) Dorman Wandikbo, Kapolres, Dandim, dan unsur muspida lainnya. (rls/jpnn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -