PDI-P Usung Marjuki, Langkah yang Cerdas

Opini
Oleh: Andri Kurniawan
Pemerhati Politik Karawang
Kamis (24/6/2015)

Direkomendasikannya H. Ahmad Marzuki sebagai calon bupati Karawang periode 2015-2020 oleh Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI-P) Karawang adalah merupakan langkah cerdas yang berdasarkan kajian, pertimbangan dan mungkin berdasarkan survei secara objektif dari berbagai macam aspek yang ada pada figur H. Ahmad Marzuki oleh DPC PDI-P Karawang.

Saya saja secara pribadi sangat mengapresiasi keputusan DPC PDI-P Kabupaten Karawang yang telah merekomendasi H. Ahmad Marjuki sebagai bakal calon bupati pada perhelatan politik lima tahunan ini. Sebab secara figuritas, elektabilitas dan populeritas, H. Ahmad Marjuki sudah sangat mumpuni.

H. Ahmad Marjuki sudah melakukan langkah sosialisasi sejak lama, memang geliatnya dalam memperkenalkan diri kepada publik Karawang terhitung sangat cantik, karena dia mengemas kegiatannya dengan berbagai macam program sosial, belum lagi berbagai macam fasilitas promosi seperti gambar yang terpasang di semua pelosok daerah Karawang. Sehingga, masyarakat Karawang akan sangat mudah mengenali figur H. Ahmad Marjuki. 

Dalam sejarah perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dipilih oleh anggota legislatif hingga pasca reformasi tahun 1998. PDI-P Kabupaten Karawang belum pernah berhasil memenangkan Pilkada, meski pasca reformasi ini PDI-P selalu menjadi partai politik (parpol) pemenang dalam Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg). Maka. dengan munculnya figur H. Ahmad Marjuki PDI-P berkesempatan memiliki kepala daerah.

Meski begitu, bukan berarti figur lain tidak berkesempatan untuk menang dalam Pilkada ini. Sudah tentu, saya sangat bangga sebagai masyarakat Karawang, ketika banyaknya bermunculan figur yang telah berani mendeklarasikan diri siap maju menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati, mereka dari unsur parpol maupun perseorangan/independent non parpol. 

Sementara, baru PDI-P saja yang sudah merekomendasi kader terbaiknya untuk maju dalam kompetisi politik lima tahunan ini, yang lainnya belum ada yang memastikan kader partainya untuk direkomendasikan sebagai calon bupati dan wakil bupati. Meski begitu, saya berharap semua pihak melakukan langkah politik yang cerdas dan sehat, tanpa harus melakukan kampanye hitam terhadap pihak manapun dengan melakukan penggembosan terhadap masyarakat, seperti kesukuan, kedaerahan, RAS dan agama. 

Sebab semua yang telah berani maju adalah putera dan puteri terbaik Karawang. Siapa pun nanti yang terpilih dengan pendapatan suara terbanyak, maka itulah pilihan masyarakat Karawang. Persaingan dalam kompetisi itu hal yang sangat biasa, begitu pun jika sampai terjadinya perang strategi dan urat syaraf, karena hal demikian merupakan warna dalam berdemokrasi, tetapi setelah itu kita semua wajib bersatu kembali tanpa ada permusuhan.

Kampanye hitam dalam momen hajat politik di level manapun pasti akan terjadi, tapi saya berkeyakinan masyarakat Karawang adalah masyarakat yang cerdas, tidak mungkin dapat digembosi oleh kampanye hitam oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, saya mengantisipasi terhadap pihak berwenang, yakni Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) dan Komunitas Intel Daerah (Kominda) agar bertindak tegas jika terjadi kampanye hitam yang berpotensi merugikan salah satu pihak. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -