Kuasa Hukum Marjuki Tuntut Jimmy Minta Maaf

Kuasa hukum H. Ahmad Marjuki.
KARAWANG, KarawangNews.com - Kuasa hukum bakal calon bupati Karawang H. Akhmad Marjuki, Irman Zufari, meminta Ahmad Jimmy Zamakhsyari meminta maaf secara langsung kepada H. Ahmad Marjuki atas penyataannya kepada publik 'lebih baik pindah agama dari pada jadi wakil Marjuki'.

“Kami meminta yang bersangkutan meminta maaf secara langsung, karena ini bukan saja tentang etika, tapi telah menyerang seseorang dengan membawa agama hanya karena ketidaksukaannya terhadap seseorang,” ujar Irman Zufari di kantornya, komplek Grand Taruma, Selasa (30/6/2015).

Kuasa Hukum dari Ius Justitia tersebut mengaku, akan melaporkan perbuatan Jimmy ke Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

”Kami meminta yang bersangkutan untuk dibina dan diberi pemahaman agar tidak menyulut api dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan membawa isu SARA,” tandasnya.

Bahkan, kata dia, pihaknya tidak segan-segan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Ini setelah dikaji beberapa hari, masalah ini memenuhi unsur dalam Pasal 310 ayat 1 dan 2 KUHP. Apalagi yang bersangkutan mengungkapkan hal tersebut kepada media, yang artinya dalam keadaan sadar dan disengaja.

Di kesempatan yang sama, anggota kuasa hukum, Rahmat menyatakan, kesediannya untuk mendampingi Jimmy secara gratis mengurus legalisasi perpindahan agamanya.

“Kami bersedia mendampingi Jimmy, meskipun hal itu bertentangan dengan hati nurani kami,” ungkapnya.

Namun, Rahmat dengan tegas menyayangkan jika Jimmy yang notabene ketua partai Islam mengeluarkan kata-kata yang berbau SARA.

“Masa membandingkan seseorang dengan agama. Kalau itu sih kategorinya sudah murtad. Apalagi disampaikan di bulan Ramadhan yang seharusnya digunakan untuk instrospeksi diri,” katanya.

Terlebih, kata dia, dalam beberapa kali kesempatan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Karawang, Risza Affiat juga menghimbau kepada semua calon agar tidak menyulut api pada Pilkada dengan membawa hal SARA.

“Tetapi Jimmy malah menyulutnya dan ini tentunya akan mencederai Pilkada yang seharusnya sejuk. Padahal klien kami, H. Marjuki, mengamanahkan kepada kami agar tetap menjaga Pilkada dengan kondusif dan sportif,” terangnya.

Tak ketinggalan, Yadi Mulyadi, yang juga anggota kuasa hukum H. Ahmad Marjuki mengaku, miris dengan perkataan Jimmy. Seharunya Jimmy meminta maaf secara langsung dan ralat yang disampaikannya lewat media sosial bukanlah permohonan maaf. Itu hanya pembenaran ungkapannya saja.

Sementara itu, Ahmad Jimmy Zamakhsyari ketika dihubungi melalui telepon selulernya menyatakan, permintaan maaf atas pernyataan yang diucapkan tersebut. Ketua DPC PKB Karawang ini menegaskan, demi keagungan bulan Ramadhan, dia memohon untuk dibukakan pintu maaf kepada siapapun yang merasa tidak nyaman dengan pernyataannya.

“Tapi, soal menerima tidaknya saya menjadi wakil bupati itu mutlak hak pribadi saya, termasuk soal pindah agama,” kata Jimmy.

Sebelumnya diberitakan, meskipun Jimmy masih berharap bakal bisa diusung PDI-P untuk menjadi calon bupati di Pilkada ini, tetapi Jimmy tidak akan mau jika disandingkan menjadi calon wakil bupati berpasangan dengan H. Ahmad Marjuki.

“Lebih baik pindah agama, dari pada jadi wakil Marjuki," kata Jimmy, kepada wartawan, Kamis (25/6/2015) sore.

Diakui Jimmy, atas dasar apa PDI-P meminta dirinya untuk menjadi calon wakil bupatinya H. Marjuki, karena secara popularitas dan basis massa partai, Jimmy mengaku lebih layak untuk diusung menjadi calon bupati yang diusung PDI-P dibanding H. Marjuki.

“Popularitas saya lebih tinggi dari dia (Marjuki, red), apalagi saya punya 5 kursi di DPRD Karawang, jadi sebenarnya siapa yang lebih layak untuk diusung PDI-P. Alasan apapun saya tidak akan mau jadi wakil Marjuki,” tegas Jimmy.

Sekalipun harus jadi wakil dari PDIP, sambung Jimmy, ia mengaku lebih baik disandingkan dengan Deden Darmansah, karena Deden dikenal sebagai tokoh Karawang dan popularitasnya tinggi di masyarakat Karawang, dibanding H. Marjuki.

“Kalau Deden calon bupatinya, baru saya mau jadi wakilnya. Jika Deden calon bupati, saya berani keluarin 'cost politic' 30 persen untuk pemenangan Pilkada. Kalau saya calon bupatinya dan Deden wakilnya, saya berani keluarin 'cost politic' 70 persen,” kata Jimmy. (mus/de)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -