Galuh Mas Korban Penguasa

AKSI sekelompok orang yang menamakan Paguyuban Sukaharja Bersatu (PSB) dikecam Sekjen LSM Gibas Resort Karawang. Aksi yang sudah mengarah ke lokasi usaha Galuh Mas dinilai sudah berlebihan dan salah sasaran. Justru menurut kami pihak Galuh lah yang menjadi korban penguasa dalam proses tukar guling tanah pemakaman Sentiong.

Minggu, 3 April 2015

Opini
Oleh: Yadi Mulyadi, SE
Sekjen LSM Gibas Resort Karawang

Kami sangat menyayangkan aksi yang sudah masuk ke tempat usaha Galuh Mas. Aksi ini bisa berakibat pada efek negatif kondusifitas dunia usaha, terlebih lokasi aksi di halaman kantor Marketing Galuh Mas. Sebenarnya ada cara-cara lain yang tidak membuat horor dunia usaha  semisal aksi di Pemda atau Kepolisian. Jangan sampai aksi penyampaian pendapat bisa menciutkan investor yang tengah gencar-gencarnya membangun Karawang.

Menurut pengamatan kami justru Galuh Mas menjadi korban para penguasa dalam prosedur tukar guling tanah tersebut. Pengusaha bukanlah sekelompok manusia bodoh tentunya prosedur tukar guling tanah tersebut sudah di laksanakan namun dalam realisasinya diduga ada oknum pemerintahan yang bermain.

Disinilah kita harus cerdas, harusnya PSB fokus pada penguasa yang jelas-jelas membohongi warga dan pengusaha. PSB harus terfokus dan memastikan  aparat penegak hukum dalam menggani kasus tanah Sentiong ini, bukan kepada pengusaha itu sendiri.

Jika ada Permendagri yang dilanggar, harusnya siapa yang sebetulnya bertanggung jawab, bukankah pengusaha sudah memenuhi sarat dengan mengeluarkan uang pengganti tukar guling.

Adapun tentang letak pengganti tanah tersebut, bukan kewenagan pengusaha lagi dan ini yang sebetulnya harus dikejar yaitu para penguasa. Kami tidak ingin terjebak pada kontroversi masalah hukum tersebut dan mari kita awasi proses penyelidikin maupun penyidikan oleh aparat penegak hukum.

Inilah tugas kita bersama membongkar para mafia tanah yang melibatkan pemerintah, kasus tukar guling justru bukanlah hal yang baru. Mari kita sama-sama membongkar  tukar guling kawasan hutan yang mengalih fungsikan hutan menjadi kawasan industri, tapi kita tidak tau dimana tanah penggantinya yang bernilai ribuan hektar.

Kita jangan menggunakan kacamata kuda dalam melihat permasalahan, jangan karena ada permasalahan satu sehingga aspek-aspek yang lain terlupakan. Kita merasakan keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), di atas tanah seluas  5 Ha yang berdiri bangunan RSUD ini merupakan hibah dari pengusaha Galuh Mas, belum lagi kontribusi buat PAD dan kontribusi lapangan pekerjaan geliat ekonomi yang masif di daerah Sukaharja dan sekitarnya dimana Galuh Mas mengembangkan mahakarya central business park.

Di situ berdiri Wonderland water park, KCP, Tehcno mart belum lagi pertokoan, pendidikan, perumahan dan perhotelan. Ini semua bisa meningkatkan tarap hidup ekonomi masyarakat sekitar, jangan karena ada permasalahan semua dinafikan.

Pada intinya mari kita bersikap cerdas dalam menghadapai permasalahan secara proporsional dan mari kita jaga Karawang yang tercinta ini agar para pengusaha bisa nyaman berusaha di Karawang.  (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -