Di Sini Lokasi Sentra Niaga Batu Akik Karawang


KARAWANG, KarawangNews.com - Mimpi para pecinta batu Akik di Kota Karawang untuk memiliki sentra niaga batu Akik dalam waktu dekat akan terwujud. Pihak DPRD Karawang melalui Komisi B sudah mengusulkan agar Disperindagtamben (Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi) dapat mengakomodir kepentingan para pecinta batu tersebut. Salah satunya membuka pasar terpadu di Pasar Rawasari, Jalan Niaga, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat.

Usulan DPRD Karawang membuka sentra niaga batu Akik di Pasar Rawasari memang bisa bertabrakan dengan rencana relokasi pedagang Pasar Baru Karawang (PBK). Namun, jelas anggota Komisi B DPRD Karawang Saepudin Permada, secara kemaslahatan, saran untuk membuka lokasi Pasar Rawasari sebagai sentra niaga batu tersebut lebih akan bermanfaat bagi masyarakat luas ketimbang harus menjadikan Pasar Rawasari sebagai tempat relokasi PBK yang saat ini sudah direncanakan Pemkab Karawang.

"Pasar Rawasari Karawang cocok untuk dijadikan sentra niaga batu Akik daripada harus dijadikan sebagai tempat relokasi pedagang Pasar Baru Karawang, mubazir. Jika sentra niaga batu Akik ini bisa direalisasikan di Pasar Rawasari, bisa dibayangkan sektor ekonomi usaha kecil di Karawang yang akan terdorong," tegas Saepudin Permada pada agenda hearing bersama Disperindagtamben Karawang, Senin (4/5/2015).

Kata dia, kebutuhan untuk mengakomodir sentra niaga para pecinta batu Akik di Karawang tidak bisa ditunda lagi. Terlebih, saat ini pedagang batu Akik sudah menjamur dimana-mana. Sejatinya, sebagai leading sektor usaha masyarakat maka diharapkan Disperindagtamben Karawang dapat segera memfasilitasi kepentingan usaha ekonomi menengah keatas itu.

"Saya yakin, masyarakat Karawang akan menyambut positif usulan dan rencana ini. Sudah saatnya Karawang memiliki sentra niaga batu Akik sebagai upaya membangkitkan perekonomian masyarakat pecinta dan pengrajin batu Akik," jelas Saepudin.

Soal Pasar Rawasari yang sudah dikontrak investor Panglima Capital Itqoni (PCI) untuk relokasi PBK, Saepudin menyebutkan itu ranah teknis yang dapat dengan mudah diselesaikan. Apalagi, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Disperindag Karawang, dinyatakan bahwa kontrak sewa Pasar Rawasari oleh PCI sudah habis sejak habis tahun 2014.

"Maka dari itu, disini akan diuji keberpihakan Pemkab Karawang terhadap upaya mendongkrak perekonomian masyarakat. Apakah pemkab lebih akan pro investor atau kepada warga pribumi. Saya rasa, itu jawaban yang sangat mudah untuk dijawab pihak terkait di Pemkab Karawang, apakah diganti lokasi atau lainnya," lempar pria yang akrab di sapa Kang Aep ini.

Sedangkan, Kepala Disperindag Karawang Hanafi, masih dalam hearing, mengatakan, produksi usaha kreatif memang harus terus dikembangkan karena Karawang kaya dengan potensi sumber daya alam. 

"Kita harus terus meningkatkan produksi kreatif, salah satunya soal fenomena batu Akik ini. Dan, benar mengenai Pasar Rawasari yang sudah dikontrak PT PCI sudah habis sewa kontrak sejak 2014," kata Hanafi.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Baru Karawang Asep Kurniawan, saat dimintai keterangan oleh wartawan menyambut positif rencana Pasar Rawasari dijadikan sentra batu Akik.

"Apalagi untuk rencana revitalisasi Pasar Baru Karawang sendiri belum ada persetujuan dari pedagang, belum lagi pedagang pun memang menolak untuk direlokasi ke Pasar Rawasari," katanya. (rif)

foto: net.
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -