Terima Kasih R.A. Kartini

Sri Rahayu.
Oleh: Sri Rahayu
Wakil Ketua I DPRD Karawang

Sabtu (18/4/2015).

Mari sejenak kita mengenang Raden Ajeng Kartini, semasa hidupnya sebagai perempuan dia tertekan, tak boleh sekolah, tetapi dia berupaya keras keluar dari kekangan itu melalui tulisannya yang dia kirim kepada sahabatnya di Belanda dengan judul 'Habis Gelap Terbitlah Terang'.

Kita harus mengambil semangat R.A. Kartini yang berusaha melepas kesenjangan wanita dan laki-laki, begitu kuatnya dia memperjuangkan hak-haknya perempuan untuk mendapatkan kesempatan bisa berkarya.

Namun begitu, ini tidak lepas dari tugas yang paling utama sebagai kodrat wanita, yaitu mengurus rumah tangganya, melayani suaminya serta mendidik anak–anaknya agar memiliki akhlakul karimah. Sebab, wanita adalah yang menciptakan rasa ketentraman, kedamaian dan kebahagiaan serta menjadikan rumah adalah surga bagi seluruh keluarganya.

Perempuan di mana-mana menjadi inspirasi, setidaknya bagi anak-anaknya, karena di tengah keluarga, ibu tetap tokoh sentral yang menentukan kondisi dalam keluarganya, ini penting bagi seorang ibu. Selain itu, perempuan dalam keluarga pun adalah mitra bagi suaminya, dengan cara mengasah dan meningkatkan potensi yang dia miliki.

Perempuan di eksekutif dan legislatif telah ditentukan kuotanya 30 persen, ini sesuai undang-undang, sebab perempuan Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa. Di Indonesia, kiprah kaum perempuan sudah mengalami kemajuan yang luar biasa hampir di seluruh bidang sudah ada perempuannya, contohnya kepala desa, camat, bupati, walikota, gubernur, hakim, polisi, pilot, politikus, pelaku bisnis sampai presiden. Namun sayang, perempuan hanya mempunyai kesempatan berkiprah di bidang yang jumlahnya masih terbatas.

Betapa perempuan berperan penting menjadi khalifah dan pemimpin bagi dirinya sendiri, keluarga maupun di dalam masyarakat di sekitarnya. Sebagai warga negara, perempuan Indonesia mesti membangun kualitas diri sebaik-baiknya secara simultan, agar ia mampu mengajak keluarga dan masyarakat ke arah yang positif.

Orang bijak mengatakan, wanita adalah tiangnya negara dan kita pun tahu wanita merupakan tiangnya keluarga, penyangga yang sangat kuat, sekaligus perhiasan pertama bagi kehidupan laki-laki, bahkan dia merupakan perhiasan yang terbaik dalam kehidupan ini, sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW, dunia itu perhiasan dan sebaik baiknya perhiasan adalah wanita solihah.

Melalui eksitensinya perempuan yang berkualitas tinggi sukses membina sebuah keluarga. Dalam skala lebih luas, negara yang kokoh pun akan tercipta jika perempuan bisa menjaga harkat martabat suami.

Perempuan boleh berkarir dan sukses dan menempatkan posisi tinggi di masyarakat, tetapi ketika di rumah dia harus tahu peran dan eksistensinya sebagai seorang istri, yakni sebagai sahabat, kekasih dan mitra yang menyenangkan suaminya, ini sangat penting, karena surganya wanita ada pada ketaatan dan kepatuhan kepada suami, keluarga adalah cerminan jati diri wanita itu sendiri.

Sebagai Kartini di era modern, kini perempuan indonesia harus menjadi 'agent of change', melakukan pembahasan positif di lingkungan sosialnya, agar kelak bisa menggaung di dunia. Apabila mayoritas perempuan Indonesia telah memiliki pemikiran ini, maka hidup akan lebih bermakna.

Kita sebagai seorang perempuan harus bisa menjawab tantangan di era globalisasi dengan karya yang nyata untuk mensejahterakan masyarakat di sekitar kita. Tidak mudah memang, tetapi kalau kita bisa bekerja sama dengan semua pihak untuk berinovasi menggali potensi diri, membangun kondisi yang kondusif dan wanita harus jujur dalam menilai potensi dirinya sendiri, mempunyai potensi dan kemampuan, maka ini akan memudahkan langkah selanjutnya bangsa ini untuk terus berkembang.

Wanita tegar, kuat dan cantik melukiskan kekuatan, dengan problematikanya menyuguhkan senyum manisnya saat hati tertekan, mampu bercanda gurau saat hati menangis,  mendo’akan kebaikan saat terdzolimi, mempesona karena mudah memaafkan. Wanita tegar, kuat dan cantik mengasihi tanpa pamrih dan memupuk kekuatan dalam do’a dan harapan hanya kepada Allah SWT. Selamat Hari Kartini. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -