Polisi Gerebek Pabrik Kosmetik Palsu di Kotabaru

KARAWANG, KarawangNews.com - Pabrik kosmetik ilegal yang berproduksi di rumah kost-kostan milik Hj. Halimah di Kampung Rawasari, RT 11, RW 02, Desa Jomin Timur,  Kecamatan Kotabaru digrebek polisi. Penggrebekan pabrik kosmetik ilegal ini merupakan kedua kalinya di Kecamatan Kotabaru. Beberapa bulan lalu penggrebekan dilakukan terhadap rumah mewah yang juga melakukan produksi kosmetik ilegal di Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru.

Penggrebegan yang dilakukan Selasa (14/4/2015) pukul 13.00 WIB itu dilakukan jajaran Polsek Kotabaru bersama Satuan Sabhara Polres Karawang. Saat penggrebegan dilakukan, didapati tiga orang yang sedang melakukan proses produksi, satu diantaranya merupakan pemilik kosmetik ilegal tersebut.

"Berawal dari laporan warga, setelah melakukan pemantauan dan dipastikan kebenarannya, kami langsung melakukan penyergapan," jelas Kapolsek Kotabaru, IPDA Sabar Santoso, S.Sos, di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kepada wartawan.

Dalam penggrebekan tersebut, polisi mengamankan tiga orang tersangka dan sejumlah barang bukti berupa kosmetik yang siap edar, bahan-bahan kosmetik, peralatan produksi serta satu unit mobil Suzuki APV yang di dalamnya terdapat kosmetik siap kirim untuk diedarkan.

Semua barang bukti itu diangkut menggunakan tiga unit truk dan dua mobil ranger polisi, serta diangkut juga dengan menggunakan mobil pick-up dan menggunakan mobil APV milik tersangka.

"Pengakuan tersangka sudah berproduksi selama 6 bulan, pemasarannya dilakukan di Karawang dan Subang," terangnya.

Merek kosmetik yang diproduksi tersebut adalah a-Dha Beauty Care, Temulawak Cream, Whitening Serum Gold, Racikan Special Natural 99. Produk-produk yang diproduksi tersebut tidak memiliki izin edar dan bahan-bahan yang digunakan juga kemungkinan tidak aman.

Proses pengamanan barang bukti dilakukan sampai malam hari, hingga semua barang bukti diamankan di Mapolsek Kotabaru. Polisi juga mengambil sampel dan melakukan pengujian di laboratorium atas produk-produk yang sudah diamankan itu.

"Akan kami uji juga, nanti hasilnya bagaimana kita tunggu saja," ucapnya.

Ketiga pelaku terancam terkena pasal berlapis sesuai dengan UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindurtrian, Pasal 120 dengan ancaman kurungan penjara selama 5 tahun. UU No. 8 tahun 1999 Pasal 62 dengan ancaman penjara 5 tahun serta UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 196 atau 197 dengan ancaman kurungan penjara 10 tahun hingga 15 tahun.

Dia menghimbau, kepada masyarakat agar berhati-hati menggunakan kosmetik, karena dikhawatirkan kosmetik yang digunakan itu mengandung zat kimia yang berbahaya. Jangan mudah tertarik hanya karena kosmetiknya dijual dengan harga murah.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati menggunakan kosmetik, karena dikhawatirkan kosmetik yang digunakan itu merupakan kosmetik ilegal yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kualitasnya," himbaunya.

Sementara itu, sejumlah warga sekitar juga berkerumun saat proses penggrebekan dilakukan. Menurut warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, rumah kostan yang menjadi tempat produksi kosmetik ilegal itu sangat tertutup, meski demikian dia mengaku sering melihat adanya keluar masuk kendaraan.

"Rumah ini tertutup, tapi sering melihat mobil keluar-masuk setiap shubuh hingga pagi menjelang siang," ujarnya.

Pantauan wartawan di TKP, rumah kostan yang menjadi tempat produksi kosmetik ilegal itu terdapat empat petak dan di depannya terdapat satu ruang ruko yang dijadikan gudang bahan pembuatan kosmetik palsu berbahaya. (gsg)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -