Meluruskan UN Untuk Kepentingan Bangsa

Opini
Oleh: Yopi Kurniawan
Kabid Pendidikan, Riset dan Pelatihan IKA FAI Unsika.

Kerja pemerintah provinsi dan pusat dalam upaya merealisasika ujian nasional (UN) tahun 2015 perlu kita apresiasi, karena optimisme pelaksanaannya akan sesuai dengan target yang di harapkan, terlebih pengalaman dari kekurangan pelaksanaan UN tahun sebelumnya sudah diperbaiki. Beberapa antisipasi dampak UN mengalami perbaikan, seperti pencetakan naskah ujian yang sudah selesai, bahkan sampai pada komitmen pengawalan naskah UN ke daerah, pendataan nominatif pengawas serat panitia UN sudah terbentuk di kota dan kabupaten. Kabar gembiranya kita masyarakat umum dapat memantau persiapan UN setiap hari dengan mengakses laman resmi kemendikbud www.kemdikbud.go.id.

Ini artinya kesiapan dari pusat sampai provinsi sudah pada level memuaskan, kalau saja kesiapan maksimal dari pemerintah pusat sampai provinsi ini tidak diimbangi dengan kesiapan yang sama pada level pemerintah daerah, khususnya pada hal-hal teknis, maka kekurangan-kekurangan UN tahun sebelumnya akan terulang kembali, begitupun sebaliknya, pemerintah daerah siap dalam pelaksanaan, tetapi jika di level pusat dan provinsi tidak siap, ya sama saja.

Kami, IKA FAI Unsika Karawang berharap, UN yang sudah berlangsung ini dapat terlaksana secara baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional kita, khususnya untuk pendidikan di Kabupaten Karawang, kami meminta pemerintah, dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdkpora) Karawang, Dadan Sugardan, dengan semangat serta konsepsi yang baru agar mampu memastikan penyelenggaraan UN berjalan sebagaimana mestinya dan mampu bekerja kooperatif meski masih disibukan dengan pembenahan internal dinas pendidikan.

Selain itu, perlu dipikirkan juga lulusan-lulusan SMA atau sederajat ini, ataukah mereka akan diproyeksikan sebagai buruh pabrik, enterpreneur atau profesional, karena yang patut kita cemaskan adalah pengangguran-pengangguran, apalagi di usianya yang masih produktif yang setiap tahun mengalami kenaikan. Disdikpora harus berkomunikasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), legislatif, akademisi bahkan dengan pihak pengusaha, sekolah dan siswa sekalipun, dalam upaya membenahi persoalan-persoalan lulusan pendidikan kita.

Saya kira, pendidikan kita seolah mengalami disorientasi, perlu ada revolusi pendidikan dari semua aspek, SDM-nya, kurikulumnya, steakholder-nya, termasuk infrastruktur. Untuk itu, kami IKA FAI Unsika mengajak semua elemen, mari kita berbicara persoalan bangsa, setelahnya mari bekerja untuk kepentingan bangsa. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -