LMDH dan Masyarakat Berharap Curug Lalay Jadi Objek Wisata

KARAWANG, KarawangNews.com - Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Makmur Kabupaten Karawang menyayangkan sikap Serikat Petani Karawang (Sepetak) yang ikut campur dalam rencana menjadikan Curug Lalay sebagai objek wisata.

"Curug Lalay itu sangat bagus dan potensial menjadi objek wisata, tetapi ditolak dalam alasan yang kurang masuk akal,"  kata Ketua LMDH Giri Makmur Enip, Kamis (5/4/2015).

Menurut dia, dibukanya Curug Lalay menjadi objek wisata sangat dinantikan masyarakat Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan dan sekitarnya. Bahkan rencana itu sudah mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa.

Diakuinya, rencana  dibukanya Curug Lalay menjadi objek wisata sudah dibahas antara masyarakat dan pemerintah desa setempat, termasuk kepada pihak Perhutani. Hasil pembahasan itu, berbagai pihak sangat setuju dibukanya Curug Lalay menjadi objek wisata.

Diantara tujuan dibukanya Curug Lalay menjadi objek wisata ialah untuk memanfaatkan potensi desa. Selain itu, juga bisa menumbuhkembangkan roda perekonomian di desa tersebut.

Dikatakan Enip, dalam diskusi membahas rencana Curug Lalay antara LMDH dengan perwakilan pihak Perhutani, beberapa waktu lalu, ditolak pihak Sepetak. Alasannya, jika Curug Lalay dibuka sebagai objek wisata, maka sumber daya air akan surut, itu dinilai pihak LMDH tidak masuk akal.

"Alasan itu sangat tidak berdasar dan tidak ada kajian ilmiahnya," kata dia.

Menurut dia, di daerah lain luar Karawang termasuk di Karawang sendiri, ada banyak objek wisata curug, tetapi tidak pernah ada cerita sumber daya air surut setelah curug itu dibuka sebagai objek wisata.

Jika Curug Lalay dikelola dengan baik sebagai objek wisata, sambung dia, akan menghasilkan pendapatan untuk pemerintah desa. Selain itu, juga mampu menumbuhkembangkan roda perekonomian di desa tersebut. Kemudian, masyarakat yang akan merasakan tumbuhnya roda perekonomian di desanya.

"Sekarang saja, masyarakat sudah banyak yang siap-siap membuka warung jongko setelah mendengar rencana dibukanya Curug Lalay sebagai objek wisata," ungkapnya.

Ia menegaskan, acara diskusi antara masyarakat, LMDH dengan pihak Perhutani tentang rencana dibukanya Curug Lalay menjadi objek wisata beberapa waktu lalu murni acara yang digelar LMDH Giri Makmur.

Namun, secara tiba-tiba acara diskusi itu menjadi ramai, saat datang para aktivis Sepetak menolak dibukanya Curug Lalay menjadi objek wisata.

Padahal, kata Enip, sudah sangat jelas mayoritas masyarakat dan pemerintah desa setempat sudah setuju untuk membuka Curug Lalay menjadi objek wisata.

"Kami tidak ingin terlalu tinggi sampai membahas peraturan menteri, yang pasti rencana dibukanya Curug Lalay menjadi objek wisata sangat dinantikan masyarakat. Lagipula jika dikaitkan dengan Peraturan Empat Menteri tentang IP4T, ada peraturan yang lebih di atas, yakni undang undang. Dalam hal ini ada Undang Undang Nomor 41 tentang Kehutanan," ungkapnya. (de)

foto: Ali.
Bagikan berita ini :
Comments
1 Comments

+ komentar + 1 komentar

23 April 2015 07.55

Apa benar gambar diatas adalah curug Lalay di Karawang? Kira kira berapa jam yaa jalan ke atas dari Curug Ciomas / Green Canyon nya..

Mohon Infonya yaa thank you

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -